BACAKORAN.CO – Polisi mengungkap kronologi lengkap peristiwa berdarah yang menewaskan Muhammad Kausar (20) di Jalan Puskesmas, Kelurahan Sungai Lilin, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Minggu (30/8/2026).
Korban tewas setelah tersabet egrek pemotong sawit yang sebelumnya dibawanya sendiri untuk menyerang tersangka SM (22).
Peristiwa maut itu dipicu persoalan sepele. Ketersinggungan antarteman saat nongkrong berubah menjadi aksi kekerasan hingga berujung hilangnya nyawa.
Kapolres Musi Banyuasin AKBP Adik Listiyono SIK MH melalui Kasi Humas AKP S Hutahaean menjelaskan, Muhammad Kausar, SM, dan sejumlah saksi awalnya sedang berkumpul di depan warung manisan milik warga bernama Icap.
BACA JUGA:Pemuda Sungai Lilin Tewas Ditikam, Isi Perut Keluar, Polisi Buru Pelaku
BACA JUGA:Pembacok Banpol di Pos Polisi Srigunung Sungai Lilin Akhirnya Ditangkap
Saat itu, SM meminta korban mengantarnya pulang menggunakan sepeda motor milik korban. Namun, permintaan tersebut ditolak.
Penolakan itu diduga membuat SM tersinggung. Ia sempat merangkul korban dan memintanya pergi dari lokasi.
Korban kemudian meninggalkan warung. Namun, tak lama berselang, Muhammad Kausar kembali menggunakan sepeda motor sambil membawa egrek pemotong sawit warna kuning silver.
Korban kemudian menyerang SM dengan egrek tersebut. Sabetan itu mengenai kepala SM hingga menyebabkan darah mengucur.
BACA JUGA:Lima Polisi Palembang Positif Narkoba Direkomendasikan Dipecat
BACA JUGA:Perbasi Sanksi Skors 10 Tahun Pelatih Pelaku Kekerasan di Jawa Tengah
Setelah melihat SM terluka, korban berupaya melarikan diri. Namun, ia terjatuh tidak jauh dari lokasi. Egrek yang dibawanya pun terlepas dari tangan.
SM yang masih dalam kondisi terluka kemudian mengejar korban. Ia mengambil egrek tersebut dan mengayunkannya satu kali ke arah perut Muhammad Kausar.
“Sabetan egrek tersebut mengakibatkan perut korban mengalami luka robek parah hingga korban meninggal dunia di TKP,” jelas AKP Hutahaean, Senin (31/8/2026).
SM sempat melarikan diri usai kejadian. Namun, Polsek Sungai Lilin kemudian berhasil mengamankannya. “Tersangka sempat melarikan diri sebelum akhirnya berhasil diamankan Polsek Sungai Lilin,” imbuhnya.
BACA JUGA:Viral Turis Malaysia Kaget Diminta Bayar Rp600 Ribu Buat Konten di Rumah Pengabdi Setan Bandung, Ini Alasannya
Polisi menyita egrek pemotong sawit warna kuning silver serta pakaian korban yang berlumuran darah sebagai barang bukti. SM kini masih menjalani perawatan medis akibat luka bacok di kepala yang diduga dideritanya sebelum melakukan serangan balasan.
Setelah kondisinya memungkinkan, tersangka akan menjalani proses hukum atas dugaan tindak pidana penganiayaan berat yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.
Sebelumnya, kasus pemuda tewas di Jalan Puskesmas Sungai Lilin itu sempat menggegerkan warga. Informasi awal menyebut korban mengalami luka parah di bagian perut setelah terjadi aksi kekerasan sekitar pukul 09.30 WIB.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melapor kepada aparat. Polisi kemudian mendatangi lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara, dan membawa korban ke RSUD Sungai Lilin. Namun, nyawa Muhammad Kausar tidak tertolong.
BACA JUGA:Cek Desil Online 2026 Pakai NIK KTP, Ini Caranya
BACA JUGA:Tutup Muktamar NU, Prabowo Punya Kartu NU, Langsung Dikalungkan ke Leher
Kini, polisi memastikan penyebab tewasnya korban dalam kasus penganiayaan berat di Sungai Lilin berawal dari konflik antarteman yang dipicu persoalan ketersinggungan.
Penyidik masih melengkapi pemeriksaan dan mendalami seluruh keterangan saksi untuk memastikan rangkaian peristiwa serta aspek hukum dalam kasus tersebut.