Sementara itu Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengapresiasi keterlibatan Emtek Group yang kembali menjadi official broadcaster BRI Super League 2026/27. Menurut Erick, kemajuan sepak bola Indonesia membutuhkan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari operator kompetisi, klub, wasit, sponsor, hingga media.
“Dan kita ini negara sepak bola. Artinya, kita tidak mungkin membangun sepak bola ini secara sendiri-sendiri. Kita ini stakeholder harus bersatu,” ujar Erick Thohir.
Dalam kesempatan tersebut, Erick turut mengapresiasi BRI atas konsistensinya mendukung keberlangsungan sepak bola Indonesia, termasuk ketika kompetisi menghadapi situasi sulit pada masa pandemi pada 2021.
BACA JUGA:Bhayangkara FC Berambisi Akhiri Super League 2026/27 Berada di Tiga Besar
“Nah tadi dibilang, 2021 BRI ada saat covid membantu sepak bola Indonesia. Menterinya siapa waktu itu? Artinya, sebelum ada di dunia sepak bola hari ini, kita pemerintah dan juga saya sebagai menteri, kita membantu sepak bola Indonesia jauh sebelum ini. Jadi perlu penjaga gawang enggak BRI? Perlu, ya kan?”
Di sisi lain, Direktur Emtek Media Harsiwi Achmad menegaskan kesiapan Emtek Group sebagai official broadcaster BRI Super League 2026/27. Menurutnya, kompetisi sepak bola kasta tertinggi Indonesia tersebut memiliki posisi yang sangat sesuai dalam ekosistem media Emtek.
Harsiwi menjelaskan, Indosiar akan menjadi salah satu kanal utama untuk menghadirkan BRI Super League kepada masyarakat. Berdasarkan pencapaian kepemirsaan yang dipaparkannya, Indosiar memiliki posisi kuat dalam ekosistem penyiaran Emtek Media.
“Kalau kita lihat lagi month by month di tahun ini audience share Indosiar itu juga berada di posisi sangat atas, yaitu 19 persen. Jadi kalau pada saat ada sepak bola tetap tinggi, tidak ada bola juga tetap tinggi. Jadi sekarang ini audience share-nya Indosiar 19 persen. Jadi kalau nanti BRI Super League ada di Indosiar itu sebenarnya kompetisinya sudah ringan, karena sudah di tempat yang sangat pas,” ungkap Harsiwi.