Toyota Masih Kuat, BYD dan Merek China Mulai Ramaikan Persaingan Mobil Indonesia

Rabu 09 Sep 2026 - 05:00 WIB
Reporter : Vanny
Editor : djarwo

Kehadiran model hybrid menjadi salah satu strategi untuk mengikuti perubahan kebutuhan konsumen tanpa meninggalkan segmen kendaraan bermesin konvensional.

BACA JUGA:Chandra Asri Ekspansi Lewat Akuisisi Bisnis Otomotif Cycle & Carriage, Perkuat Portofolio Industri Indonesia

BYD Tumbuh Agresif dengan Kendaraan Listrik

Berbeda dengan Toyota yang memiliki sejarah panjang di Indonesia, BYD datang dengan strategi yang sangat kuat pada kendaraan listrik.

Produk seperti BYD Atto 1 dan berbagai model elektrifikasi lainnya membuat merek tersebut mendapatkan perhatian konsumen yang mulai mempertimbangkan mobil listrik.

Data GAIKINDO menunjukkan BYD bukan hanya mengalami peningkatan secara kumulatif, tetapi beberapa produknya juga mampu mencatat penjualan tinggi.

Pada Juli 2026, misalnya, BYD Atto 1 membukukan wholesales 4.233 unit dan menempati posisi kedua daftar model terlaris bulan tersebut. BYD M6 DM juga mencatat 1.437 unit.

Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa persaingan kendaraan listrik mulai masuk ke arus utama pasar otomotif Indonesia, bukan lagi sekadar segmen khusus.

BACA JUGA:Badai EV Baru! 6 Merek Otomotif Ini Siap Bikin Kejutan di GIIAS Akhir Juli 2026

Merek China Semakin Banyak

Persaingan tidak hanya melibatkan BYD. Jaecoo juga menunjukkan performa yang cukup kuat.

Pada Januari-Mei 2026, merek tersebut mencatat wholesales 14.284 unit dan berada di peringkat ketujuh nasional.

Jumlah pemain asal China juga terus bertambah.

Hingga akhir 2025, terdapat 16 merek China yang secara resmi memasarkan produknya di Indonesia.

Beberapa di antaranya adalah BYD, Chery, Wuling, Denza, AION, Geely, Jaecoo, GWM, Jetour, BAIC, Xpeng, Neta, Maxus, dan Seres.

Pada semester pertama 2026, penjualan grosir merek-merek China bahkan dilaporkan meningkat 73,4 persen secara tahunan.

Kategori :