136 Siswa SMAN 1 Tunjungan Blora Diduga Keracunan MBG, Satgas Usulkan SPPG Sukorejo 2 Ditutup

Selasa 08 Sep 2026 - 20:17 WIB
Reporter : Deby Tri
Editor : Deby Tri

BACAKORAN.CO – Sebanyak 136 siswa dan satu guru SMAN 1 Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) setelah mengonsumsi menu yang dibagikan Senin (7/9/2026).

Gejala lemas, diare, mual, muntah, dan pusing muncul massal pada Selasa (8/9/2026), memaksa pihak sekolah mengumpulkan korban di aula dan memanggil Dinas Kesehatan.

Sebagaimana dibagikan di media sosial X @independentjawa pada Selasa, 8 September 2026, insiden ini kembali menyoroti tantangan implementasi program MBG di tingkat lokal.

Menu MBG yang dikonsumsi 1.180 siswa SMAN 1 Tunjungan terdiri dari nasi putih, tempe goreng ketumbar, ayam woku kemangi, serta rebusan brokoli dan jagung manis.

BACA JUGA:Aktivitas di Bandara Soetta Kembali Normal, Lampung Masih Tanda Tanya

Makanan tersebut didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Blora Tunjungan Sukorejo 2.

Kepala SMAN 1 Tunjungan, Yuni Ni’wati, menjelaskan kronologi di lokasi.

“Awalnya ada keluhan, kemudian karena ada keluhan, waka men-tracking semuanya yang bergejala diminta ke aula.Kemudian kita melaporkan dan kemudian Dinkes datang untuk memeriksa,” ujar Yuni Ni’wati.

Dari pelacakan internal, 133 siswa mengaku mengalami sakit perut berupa mules, diare, pusing, dan lemas.

BACA JUGA:Tiga Kali Bobol Toko Bangunan di OKU Timur, Dua Pelaku Dibekuk, Korban Rugi Hingga Rp 60 juta

Tiga siswa tidak masuk sekolah karena diare, ditambah satu guru yang mengalami gejala serupa, sehingga total korban mencapai 136 orang.

Ambulans Dinas Kesehatan Kabupaten Blora segera tiba di lokasi untuk penanganan awal.

Respons Satgas MBG dan Usulan Penutupan SPPG

Ketua Satgas MBG Kabupaten Blora yang sekaligus Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, langsung meninjau kondisi di sekolah.

“Perutnya tadi setelah saya tanya mules-mules, pusing,” kata Sri Setyorini.

Menurutnya, SPPG Sukorejo 2 sudah menerima dua peringatan sebelumnya pertama karena limbah MBG meluber ke lahan pertanian warga, dan kedua karena belum membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sesuai prosedur.

Kategori :