Kabel komunikasi (telekomunikasi) lebih mudah dan sudah mulai diturunkan di sejumlah lokasi, termasuk Jalan Dr. Supomo di Tebet.
Sementara kabel listrik masih membutuhkan perencanaan teknis yang lebih matang, termasuk desain boks tegangan rendah oleh PLN.
BACA JUGA:Fathan Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Sehari Tenggelam di Sungai Lematang
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, mengungkapkan bahwa anggaran awal yang digelontorkan mencapai Rp90 miliar untuk pembangunan SJUT di 10 ruas jalan prioritas, antara lain MT Haryono, Gatot Subroto, Supomo, Abdullah Syafei, Saharjo, Pemuda, Otista, Tebet Barat Dalam Raya, Matraman, dan Jatinegara.
Jaringan SJUT yang sudah terbangun mencapai sekitar 41,7 kilometer, dengan target penyelesaian ruas prioritas 16,9 kilometer pada Desember 2026.
Program 5M menjadi pendekatan percepatan menggunakan SJUT, relokasi mandiri oleh pemilik kabel, mengikat kabel udara, memotong kabel mati yang sudah tidak berfungsi, serta menata kabel yang menjuntai.
Banyak kabel lama ternyata sudah tidak digunakan, namun tetap menggantung karena pemiliknya tidak diketahui inilah salah satu akar masalah semrawut yang diungkapkan Pramono sebelumnya.
BACA JUGA:Kemensos Ungkap Sanggahan Data Bansos Makin Banyak
Mengapa Melibatkan Swasta Sangat Penting?
Hanya mengandalkan anggaran dan tenaga Bina Marga dipastikan tidak cukup untuk menangani 6.500 km jaringan.
“Karena skema bisnisnya menjanjikan dan payung hukumnya telah rampung, kami membuka ruang seluas-luasnya bagi swasta agar percepatan ini menjadi gerakan bersama demi kenyamanan seluruh warga,” ujar Pramono.
Kolaborasi dengan BUMD dan perusahaan swasta diharapkan menciptakan skema yang berkelanjutan, di mana investasi swasta ikut mempercepat pembangunan infrastruktur utilitas bawah tanah.
BACA JUGA:Prabowo Usul Gabung Badan Geologi dan BMKG, Puan Maharani Minta Dikaji Mendalam karena Tugas Berbeda
Netizen merespons positif langkah ini.
“Kerjanya rapi, terukur, ada target. Ngak pencitraan sesaat. Cocok sih jadi ri 1 di 2029,” tulis @akuniseng120.
Jika target tercapai, dampaknya akan sangat signifikan. Langit-langit jalan yang selama ini dipenuhi “sarang laba-laba” kabel akan bersih. Risiko kecelakaan akibat kabel putus berkurang, pemeliharaan jalan lebih mudah, dan nilai estetika ibu kota meningkat drastis.
“Kalau itu bisa diturunkan, maka wajah Jakarta pasti akan sangat berbeda,” tegas Pramono.