BACAKORAN.CO – Memasuki hari ketiga operasi pencarian, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan petunjuk awal berupa pelampung yang mengambang di perairan Selat Sunda pada Kamis, 10 September 2026.
Lima jurnalis dan tiga kru kapal hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026, saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Pelampung tersebut dalam kondisi beberapa bagian rusak dan masih dalam proses identifikasi apakah milik rombongan nahas.
Area pencarian kini diperluas menjadi enam sektor dengan dukungan penuh Basarnas, TNI AL, Polair, dan nelayan lokal.
BACA JUGA:Tiga Spesialis Pencuri Outdoor AC yang Resahkan Warga Prabumulih Diciduk Ketika Bersembunyi di Semak
Kronologi Kejadian Dari Keberangkatan hingga Hilang Kontak
Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, sekitar pukul 14.00 WIB Senin, 7 September 2026, menggunakan speedboat Arupadhatu 1.
Tujuan mereka jelas meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang sedang meningkat.
Satu jurnalis sempat membagikan titik lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB kepada rekan di Lampung.
Komunikasi mulai terputus sekitar pukul 15.04 WIB, dan kontak sepenuhnya hilang pada pukul 18.13 WIB setelah pemandu sempat mengirim foto kondisi gunung.
Laporan resmi baru diterima Kantor SAR Banten pada Selasa, 8 September 2026, sekitar pukul 13.55 WIB hampir 20 jam kemudian.
Operasi pencarian segera digelar.
Sebagaimana dikutip dari akun X @Beritasatu pada tanggal 10 September 2026, Tim SAR gabungan menemukan pelampung mengambang di perairan Selat Sunda pada hari ketiga.
“Meski belum dapat dipastikan secara resmi apakah pelampung ini milik rombongan nahas tersebut, penemuan ini menjadi fokus penting di tengah area pencarian yang kini telah diperluas menjadi enam sektor,” tulis @Beritasatu.
Identitas 8 Orang yang Masih Dicari
Lima jurnalis:
M. Bagus Khoirunnas (pewarta foto LKBN Antara)