Dino Patti Djalal Ungkap Teknologi Rahasia Istana: Pantau Karhutla Akurat hingga 1 Meter, Bisa Tandai Lahan!

Rabu 16 Sep 2026 - 19:24 WIB
Reporter : Deby Tri
Editor : Deby Tri

Dino Patti Djalal dikenal sebagai tokoh yang dekat dengan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

BACA JUGA:Kejari Empat Lawang Eksekusi Uang Pengganti Korupsi APAR Rp1,66 Miliar

Pengalamannya di Istana memberi perspektif langsung tentang infrastruktur teknologi yang pernah tersedia di pusat pemerintahan.

Ruangan khusus yang disebutkannya bukan sekadar ruang monitoring biasa, melainkan sistem yang mengintegrasikan data satelit atau sensor tingkat tinggi dengan basis data konsesi lahan.

Kemampuan akurasi satu meter jauh melampaui resolusi hotspot satelit publik yang biasa digunakan masyarakat umum, seperti data MODIS atau VIIRS yang sering memiliki resolusi lebih kasar.

Dengan ketelitian semacam itu, deteksi dini bisa dilakukan sebelum api menyebar luas.

Cross-check dengan peta perusahaan sawit menjadi nilai tambah strategis.

Di Indonesia, sebagian besar kejadian karhutla historis terjadi di atau dekat area konsesi perkebunan.

Identifikasi cepat membuka peluang penegakan hukum dan tanggung jawab perusahaan secara lebih efektif.

BACA JUGA:400 Ribu Data Invalid, Antrean Haji Bisa Tinggal 15 Tahun

Teknologi semacam ini sejalan dengan upaya pemetaan yang dilakukan pemerintah pada periode sebelumnya.

Pemetaan detail wilayah operasional membantu membedakan kebakaran di lahan negara, hutan lindung, atau konsesi swasta.

Ketika titik api terdeteksi di dalam batas konsesi, proses investigasi dan sanksi menjadi lebih terarah.

Mengapa Akurasi Meteran Sangat Berharga?

Karhutla di Indonesia memiliki karakteristik khusus.

Di lahan gambut, api sering merambat di bawah permukaan dan sulit dipadamkan.

Deteksi yang hanya mengandalkan hotspot kasar sering kali terlambat. Akurasi hingga titik pohon memungkinkan respons yang lebih cepat dan terfokus.

Kategori :