Manajer KDKMP Keluarkan Press Release: Kami Tidak Menolak Tugas, Kami Minta Keadilan dan Transparansi

Senin 28 Sep 2026 - 08:03 WIB
Reporter : Deby Tri
Editor : Deby Tri

BACAKORAN.CO - Calon dan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara resmi mengeluarkan press release pada 27 September 2026.

Mereka meminta peninjauan hasil penempatan serta transparansi penerapan algoritma.

Intinya, mereka tidak menolak tugas, melainkan menuntut mekanisme yang bisa dijelaskan dan ruang verifikasi sebelum harus menerima atau dianggap mengundurkan diri.

Pernyataan itu muncul setelah pengumuman penempatan 28.620 manajer melalui sistem Simkopdes.

BACA JUGA:Jokowi Resmi Buka Kartu Anggota PSI di Bandung, Tegaskan Sudah Jadi Kader Sejak Oktober 2025

Di dokumen algoritma disebutkan adanya prinsip “perlindungan kedekatan” yang memprioritaskan kandidat perempuan dan yang sudah berkeluarga agar bertugas dekat domisili.

Jarak dihitung menggunakan OSRM (road routing), bukan garis lurus. Namun sejumlah kasus konkret menunjukkan penempatan jauh, bahkan lintas provinsi.

Program KDKMP

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan inisiatif besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi desa.

Pemerintah menargetkan puluhan ribu unit koperasi sebagai pusat distribusi sembako bersubsidi, offtaker hasil pertanian, penyalur pupuk dan LPG, serta layanan keuangan dan kesehatan di tingkat desa/kelurahan.

BACA JUGA:Terungkap! Sosok Pria yang Tutup Pintu Saat Sidak Ombudsman di Apartemen Mewah Lapas Cibinong

Rekrutmen manajer dibuka April 2026 dengan formasi sekitar 30.000 posisi. Statusnya Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dua tahun di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara, bukan ASN.

Pelamar mencapai ratusan ribu. Setelah seleksi administrasi, kompetensi, kesehatan, dan ideologi, peserta mengikuti pelatihan karakter, bela negara (komponen cadangan), serta pelatihan manajerial intensif.

Sebagaimana dikutip dari akun X @sibambaang pada tanggal 27 September 2026, press release tersebut menekankan bahwa para calon/manajer sudah melalui proses berbulan-bulan, termasuk latihan militer.

Mereka memahami kebutuhan nasional, namun merasa sistem “terima atau dianggap mengundurkan diri” terlalu kaku tanpa ruang banding atau verifikasi data.

BACA JUGA:Rumah di Martapura Terbakar Hebat, Polisi Selidiki Dugaan Penyimpanan BBM

Isi Press Release: Apa yang Dipertanyakan?

Kategori :