USD Menguat, Rupiah Tertekan: Cek Kurs dan Harga Emas Hari Ini

Selasa 29 Sep 2026 - 15:00 WIB
Reporter : djarwo
Editor : djarwo

BACA KORAN.CO – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) kembali mendapat dukungan di tengah meningkatnya ketidakpastian hubungan Washington dan Iran.

Pesimisme terhadap kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz ikut menopang harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran inflasi. Kondisi tersebut turut membuat pasar mencermati kemungkinan kebijakan suku bunga The Fed berikutnya.

Di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mengurangi porsi intervensi langsung melalui pasar spot. Gubernur BI Destry Damayanti menyebut porsinya kini sekitar 30 persen dari total intervensi valuta asing.

Sementara itu, kurs USD dalam data perdagangan yang digunakan hari ini berada di kisaran Rp17.940-Rp18.000.

BACA JUGA:Dolar AS Melemah Usai Inflasi Produsen Melandai, Rupiah Diproyeksi Bergerak di Kisaran Rp18.040–Rp18.140

Iran Pesimis Kesepakatan Hormuz Tercapai Sebelum Pemilu AS

Pejabat Iran secara pribadi dilaporkan pesimistis kesepakatan dengan Washington dapat tercapai sebelum pemilu sela Amerika Serikat pada November.

Pembicaraan di New York disebut belum menghasilkan kemajuan berarti. Kedua pihak masih menghadapi persoalan kepercayaan dan perbedaan tuntutan.

Iran menginginkan pelonggaran sanksi. Amerika Serikat menuntut komitmen terkait isu nuklir serta pembukaan kembali Selat Hormuz.

Laporan terbaru menyebut Iran juga memperkirakan risiko konflik meningkat setelah pemungutan suara 3 November.

Ketidakpastian tersebut menjadi perhatian pasar energi. Minyak mentah kembali naik karena harapan pembukaan Hormuz dalam waktu dekat memudar.

BACA JUGA:Dolar AS Melemah Usai Inflasi Turun, Rupiah Berpeluang Menguat di Tengah Outlook Stabil Indonesia

Lisa Cook Soroti Risiko Inflasi dari AI

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan juga menjadi perhatian The Fed.

Gubernur The Fed Lisa Cook mengatakan peningkatan produktivitas dari AI belum tentu cukup untuk mengimbangi tekanan harga.

Menurut Cook, pembangunan infrastruktur AI dapat meningkatkan permintaan terhadap sejumlah barang dan jasa. Kebutuhan chip, komputer, perangkat lunak, energi, dan tenaga kerja konstruksi dapat menambah tekanan biaya.

Cook menilai kenaikan produktivitas memang berpotensi membantu menekan inflasi. Namun, dampaknya belum tentu cukup untuk menghilangkan tekanan harga dalam waktu dekat.

Pandangan tersebut menjadi relevan ketika pasar masih mencermati arah suku bunga Amerika Serikat.

BACA JUGA:Dolar AS Dibayangi Konflik AS-Iran dan Data Inflasi, Harga Emas Tetap Tinggi Meski Minyak Menguat

BI Kurangi Intervensi Spot Jadi 30 Persen

Di Indonesia, BI mengubah komposisi intervensi valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah.

Destry Damayanti mengatakan intervensi melalui pasar spot kini hanya sekitar 30 persen dari total intervensi.

BI mengurangi penggunaan pasar spot karena instrumen tersebut membutuhkan biaya lebih besar dan berdampak terhadap penggunaan cadangan devisa.

Sebagai alternatif, BI meningkatkan penggunaan instrumen seperti Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dan Non-Deliverable Forward (NDF).

Langkah tersebut tidak berarti BI berhenti menjaga rupiah. Bank sentral tetap menempatkan stabilitas nilai tukar sebagai salah satu fokus kebijakannya.

BACA JUGA:Inflasi Naik, Gaji Tetap Segitu-gitu Saja? Begini Cara Atur Uang Bulanan agar Dompet Nggak Cepat Boncos

EUR Tertekan Dekati Level Terendah Dua Bulan

Euro (EUR) juga berada dalam tekanan terhadap USD.

EUR diperdagangkan mendekati level terlemah dalam dua bulan. Pergerakan tersebut terjadi ketika dukungan terhadap dolar semakin kuat.

Salah satu faktornya adalah memudarnya optimisme terhadap perkembangan pembicaraan Amerika Serikat dan Iran.

Pasar juga kembali mencermati peluang kenaikan suku bunga The Fed berikutnya.

Kondisi tersebut membuat USD relatif lebih menarik dibandingkan sejumlah mata uang utama lainnya.

BACA JUGA:Kurs Rupiah Hari Ini Tertekan, Dolar AS Menguat Jelang FOMC dan Harga Minyak Naik

BOJ Mulai Bahas Kenaikan Suku Bunga Lebih Cepat

Bank Sentral Jepang (BOJ) juga menghadapi tekanan inflasi.

Risalah rapat kebijakan BOJ pada 30-31 Juli menunjukkan sejumlah anggota mulai melihat perlunya perhatian lebih besar terhadap risiko kenaikan harga.

Bahkan, beberapa anggota menyuarakan kemungkinan mempercepat kenaikan suku bunga.

Risalah tersebut dirilis BOJ pada 28 September 2026. Dalam dokumen itu, sejumlah anggota menilai risiko menunggu terlalu lama mulai meningkat.

Perkembangan tersebut menjadi penting bagi yen. Sebab, arah suku bunga BOJ akan memengaruhi selisih imbal hasil Jepang dengan negara-negara lain.

BACA JUGA:Rupiah Stabil di Rp17.750, Yen Tertekan Dekati 160 per Dolar AS, AUD Masih Dibayangi Kenaikan Suku Bunga

Kurs Mata Uang Hari Ini

Berikut data kurs Bank Buy dan Bank Sell yang menjadi acuan dalam materi perdagangan hari ini:

Mata Uang Bank Buy Bank Sell
USD Rp17.940 Rp18.000
SGD Rp14.019 Rp14.109
HKD Rp2.284,17 Rp2.297,44
CHF Rp21.515 Rp21.664
JPY Rp113,74 Rp114,60
CAD Rp12.630 Rp12.711
CNY Rp2.665,51 Rp2.693,77
THB Rp530,94 Rp538,44
SAR Rp4.771,92 Rp4.800,59
KRW Rp13,09 Rp13,51
MYR Rp4.378,74 Rp4.416,66
GBP Rp23.728 Rp23.880
AUD Rp12.555 Rp12.645
NZD Rp10.134 Rp10.210
EUR Rp20.359 Rp20.491

Catatan: angka kurs dapat berbeda antarbank dan berubah mengikuti kondisi pasar.

Kurs Valuta Asing Versi Kedua

Data berikut menunjukkan nilai masing-masing mata uang terhadap USD:

Mata Uang Bank Buy Bank Sell
SGD 1,2783 1,2772
HKD 7,8453 7,8435
CHF 0,8329 0,8318
JPY 157,55 157,24
CAD 1,4188 1,4177
CNY 6,7231 6,6898
THB 33,750 33,466
SAR 3,7553 3,7537
KRW 1.368,75 1.333,48
MYR 4,0925 4,0800
GBP 1,3241 1,3252
AUD 0,7006 0,7017
NZD 0,5655 0,5666
EUR 1,1360 1,1371

Harga Minyak dan Emas Hari Ini

Selain valuta asing, pergerakan komoditas juga menjadi perhatian pasar.

Harga crude oil dalam data yang digunakan berada di US$93,27.

Sementara itu, harga XAU atau emas tercatat sebesar US$4.125,68.

Harga minyak masih sensitif terhadap perkembangan Selat Hormuz. Ketidakpastian pembicaraan AS-Iran dapat memengaruhi persepsi pasar terhadap pasokan energi global.

Ringkasan Pasar Hari Ini

Pergerakan pasar berikutnya masih akan dipengaruhi perkembangan AS-Iran, harga energi, kebijakan BI, serta arah suku bunga bank sentral utama.

Bagi pelaku pasar Indonesia, kombinasi USD yang kuat dan harga minyak tinggi menjadi faktor yang perlu diperhatikan terhadap pergerakan rupiah.

Tags : #usd #rupiah #kurs hari ini #harga emas #bank indonesia
Kategori :

Terkait

Terpopuler

Terkini