bacakoran.co

Dolar AS Dibayangi Konflik AS-Iran dan Data Inflasi, Harga Emas Tetap Tinggi Meski Minyak Menguat

Dolar AS Dibayangi Konflik AS-Iran dan Data Inflasi, Harga Emas Tetap Tinggi Meski Minyak Menguat.gbr.gemini--

BACAKORAN.CO – Pasar keuangan global memasuki pekan ini dengan fokus pada meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang kembali saling melancarkan serangan pada akhir pekan. Konflik tersebut dipicu oleh perbedaan sikap mengenai status pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dunia.

 

Di tengah ketidakpastian tersebut, investor juga menantikan serangkaian data ekonomi Amerika Serikat, terutama laporan inflasi (Consumer Price Index/CPI) dan Producer Price Index (PPI), yang diperkirakan akan memengaruhi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

BACA JUGA:Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Terlemah dalam Puluhan Tahun? Ini Penjelasan Ekonom

Konflik AS-Iran Kembali Memanas

Ketegangan antara AS dan Iran kembali meningkat setelah kedua negara saling melancarkan serangan menyusul perbedaan pandangan mengenai keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Kondisi ini membuat pelaku pasar kembali mengalihkan perhatian ke aset-aset aman (safe haven), sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan pasokan energi global.

Testimoni Perdana Kevin Warsh Jadi Sorotan

Gubernur The Fed Kevin Warsh dijadwalkan menjalani testimoni pertamanya di hadapan Kongres AS.

Kesaksiannya menjadi perhatian karena berlangsung bertepatan dengan rilis data inflasi Amerika Serikat yang diperkirakan akan memberikan gambaran terbaru mengenai tekanan harga dan arah kebijakan moneter.

BACA JUGA:Raja Juli Laporkan Gratifikasi Bupati Kuansing ke KPK, Ini Fakta Terbaru Penyitaan Dolar Rp168 Juta

Selain Warsh, sejumlah pejabat The Fed juga dijadwalkan menyampaikan pandangan mereka dalam beberapa pekan mendatang, di antaranya:

  • Christopher Waller (Anggota Dewan Gubernur The Fed)
  • John Williams (Presiden Federal Reserve Bank of New York)

Pernyataan para pejabat tersebut diperkirakan akan menjadi petunjuk penting mengenai peluang perubahan suku bunga.

BACA JUGA:Dolar AS Melemah Tipis Usai Risalah FOMC, Harga Emas Bertahan Tinggi di Tengah Turunnya Minyak

Inflasi AS Diperkirakan Naik

Ekonom memperkirakan CPI Amerika Serikat periode Juni akan menunjukkan kenaikan seiring meningkatnya harga sejumlah barang dan jasa.

Sementara itu, Producer Price Index (PPI) diperkirakan masih mencerminkan tekanan inflasi di tingkat produsen, yang berpotensi memengaruhi inflasi konsumen dalam beberapa bulan mendatang.

Jika data inflasi lebih tinggi dari perkiraan, peluang penurunan suku bunga oleh The Fed dapat semakin berkurang.

Dolar AS Dibayangi Konflik AS-Iran dan Data Inflasi, Harga Emas Tetap Tinggi Meski Minyak Menguat

djarwo

djarwo


– pasar global memasuki pekan ini dengan fokus pada meningkatnya ketegangan geopolitik antara amerika serikat (as) dan iran, yang kembali saling melancarkan serangan pada akhir pekan. konflik tersebut dipicu oleh perbedaan sikap mengenai status pelayaran di selat hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu rute utama distribusi .

 

di tengah ketidakpastian tersebut, investor juga menantikan serangkaian data ekonomi amerika serikat, terutama laporan inflasi (consumer price index/cpi) dan producer price index (ppi), yang diperkirakan akan memengaruhi arah kebijakan suku bunga federal reserve (the fed).

konflik as-iran kembali memanas

ketegangan antara as dan iran kembali meningkat setelah kedua negara saling melancarkan serangan menyusul perbedaan pandangan mengenai keamanan pelayaran di selat hormuz.

kondisi ini membuat pelaku pasar kembali mengalihkan perhatian ke aset-aset aman (safe haven), sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan pasokan energi global.

testimoni perdana kevin warsh jadi sorotan

gubernur the fed kevin warsh dijadwalkan menjalani testimoni pertamanya di hadapan kongres as.

kesaksiannya menjadi perhatian karena berlangsung bertepatan dengan rilis data inflasi amerika serikat yang diperkirakan akan memberikan gambaran terbaru mengenai tekanan harga dan arah kebijakan moneter.

selain warsh, sejumlah pejabat the fed juga dijadwalkan menyampaikan pandangan mereka dalam beberapa pekan mendatang, di antaranya:

  • christopher waller (anggota dewan gubernur the fed)
  • john williams (presiden federal reserve bank of new york)

pernyataan para pejabat tersebut diperkirakan akan menjadi petunjuk penting mengenai peluang perubahan suku bunga.

inflasi as diperkirakan naik

ekonom memperkirakan cpi amerika serikat periode juni akan menunjukkan kenaikan seiring meningkatnya harga sejumlah barang dan jasa.

sementara itu, producer price index (ppi) diperkirakan masih mencerminkan tekanan inflasi di tingkat produsen, yang berpotensi memengaruhi inflasi konsumen dalam beberapa bulan mendatang.

jika data inflasi lebih tinggi dari perkiraan, peluang penurunan suku bunga oleh the fed dapat semakin berkurang.

harga minyak dunia

harga minyak mentah bergerak menguat di tengah kekhawatiran terhadap pasokan global.

  • crude oil: us$73,64 per barel

kenaikan harga minyak dipengaruhi oleh meningkatnya risiko geopolitik di kawasan timur tengah.

harga emas dunia

emas masih bertahan sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.

  • gold (xau/usd): 4.074,53

meski mengalami fluktuasi, logam mulia tetap menjadi pilihan investor yang menghindari risiko pasar.

kurs valuta asing hari ini (bank buy – bank sell)

mata uang bank buy bank sell
usd 18.040 18.110
sgd 13.923 14.019
eur 20.523 20.668
gbp 24.093 24.260
aud 12.482 12.579
jpy 111,04 111,93
chf 22.225 22.391
cad 12.713 12.799
cny 2.649,29 2.679,37
myr 4.408,56 4.455,64
thb 537,91 545,47
hkd 2.295,42 2.312,73
sar 4.796,50 4.829,64
krw 11,89 12,29
nzd 10.351 10.434

kurs silang mata uang

mata uang buy sell
sgd 1,2943 1,2932
eur 1,1388 1,1399
gbp 1,3368 1,3379
aud 0,6927 0,6937
nzd 0,5744 0,5754
jpy 162,29 161,98
chf 0,8109 0,8098
cad 1,4176 1,4165
cny 6,8021 6,7667
myr 4,0875 4,0690
thb 33,500 33,237
sar 3,7569 3,7539
hkd 7,8504 7,8392
krw 1.514,52 1.474,30

prospek pasar pekan ini

pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati beberapa agenda penting yang dapat memengaruhi pergerakan nilai tukar dan harga komoditas, yaitu:

  • rilis data cpi amerika serikat.
  • data ppi as.
  • testimoni kevin warsh di kongres.
  • pidato sejumlah pejabat federal reserve.
  • perkembangan konflik as-iran dan situasi di selat hormuz.

perkembangan faktor-faktor tersebut akan menjadi penentu utama arah dolar as, harga emas, minyak dunia, serta pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Tag
Share