Pemerintah menargetkan angka tersebut naik menjadi 18 persen dalam beberapa tahun ke depan.
Selain reformasi pajak dan perbaikan administrasi, digitalisasi transaksi diyakini mampu menangkap aktivitas ekonomi yang selama ini tidak tercatat.
BACA JUGA:10 Hewan Asli Indonesia Ini Terancam Punah, Nomor 2 Cuma Ada di Sumatera Utara!
Mekanisme Program: Rekening Gratis dan Peran BSI serta BRI
Pemerintah telah memutuskan menugaskan dua bank, yaitu Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Kedua bank tersebut bertanggung jawab membuka rekening bagi warga yang belum memiliki akun perbankan.
Biaya pembukaan rekening yang sebelumnya Rp50.000 akan digratiskan.
Target penerima program rekening gratis adalah WNI berusia 17 tahun ke atas yang memiliki e-KTP dan belum punya rekening bank.
Setiap rekening direncanakan mendapat saldo awal sebesar Rp50.000.
BACA JUGA:Dolar AS Tembus Level Tertinggi 3 Bulan, Harga Minyak Naik ke US$93,34
Kebutuhan anggaran program diperkirakan mencapai Rp3,8 triliun.
Pelaksanaan ditargetkan mulai awal 2027, dengan fokus pada kelompok desil 1 hingga 4 (kelompok kesejahteraan terbawah).
Handphone gratis dimaksudkan agar penerima mudah mengakses rekening digital mereka.
Dengan demikian, penyaluran bansos dan bantuan langsung tunai (BLT) menjadi lebih cepat, transparan, dan tepat sasaran.
Program ini memiliki dua tujuan besar.
Pertama, meningkatkan inklusi keuangan.
Kedua, memasukkan kegiatan ekonomi informal ke dalam sistem formal.