bacakoran.co

Tingkatkan Pelayanan Haji, Menag Lobi 3 Hal Ini Saat Berbincang dengan Menhaj Saudi

Jamaah haji saat berada di Masjidil Haram pada pelaksanaan haji tahun lalu-kemenag-

BACAKORAN.CO - Menag Nasaruddin Umar serius dalam meningkatkan pelayanan jamaah haji pada tahun 2025. Karena itu, dia melakukan pembicaraan khusus dengan Menteri Haji Arab Saudi terkait tiga hal.

Diskusi difokuskan pada tiga hal ini karena menyesuaikan kebutuhan jamaah haji Indonesia. Mereka mayoritas sudah tua.

3 item yang jadi perhatian Menag Nasaruddin dalam pembicaraan dengan Menhaj Saudi adalah: 

Pertama, Menag Nasaruddin meminta tambahan petugas haji. 

Kata Menag Nasaruddin, jamaah Indonesia menunggu sangat lama untuk bisa beribadah haji. Karenanya, banyak di antara mereka yang sudah lanjut usia (lansia).

BACA JUGA:Kesepatakan Haji Diteken, Ini Larangan Bagi Jamaah Haji Selama di Tanah Suci

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) pada Ditjen PHU, jamaah lansia dengan usia 65 tahun ke atas yang berhak melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2025 (sesuai urutan no porsi), jumlahnya lebih dari 42 ribu. 

Selain itu, ada sekitar 10 ribu kuota prioritas yang juga dialokasikan bagi jamaah lansia pada musim haji tahun ini.

Namanya juga lansia, sebagian dari mereka ada juga yang punya keterbatasan. Untuk keberhasilan mereka dalam berhaji, harus ada pendamping. 

Sementara kuota petugas haji Indonesia saat ini hanya 2.210. Sementara kuota haji Indonesia tahun ini adalah 221 ribu jamaah.


Menag Nasaruddin Umar saat berada di Arab Saudi untuk melobi Menhaj Arab Saudi-kemenag-

"Kalau kita hanya punya jumlah petugas seperti sekarang, satu pesawat rencananya hanya didampingi tiga petugas kloter (kelompok terbang). Bagaimana mungkin 400 orang atau 300 lebih, hanya dibimbing oleh tiga orang," terang Menag Nasaruddin.

BACA JUGA:Jamaah Haji Mulai Masuk Asrama 1 Mei 2025, Gelombang 1 Berangkat 2 Mei, Berikut Rencana Perjalanan Haji 2025

Menag menyebut, belum lagi ada pembagian gendernya laki-laki dan perempuan. Ini karena tidak mungkin laki-laki melayani perempuan.

Tingkatkan Pelayanan Haji, Menag Lobi 3 Hal Ini Saat Berbincang dengan Menhaj Saudi

Kumaidi

Kumaidi


bacakoran.co - menag nasaruddin umar serius dalam meningkatkan pelayanan jamaah haji pada tahun 2025. karena itu, dia melakukan pembicaraan khusus dengan menteri haji arab saudi terkait tiga hal.

diskusi difokuskan pada tiga hal ini karena menyesuaikan kebutuhan jamaah haji indonesia. mereka mayoritas sudah tua.

3 item yang jadi perhatian menag nasaruddin dalam pembicaraan dengan menhaj saudi adalah: 

pertama, menag nasaruddin meminta tambahan petugas haji. 

kata menag nasaruddin, jamaah indonesia menunggu sangat lama untuk bisa beribadah haji. karenanya, banyak di antara mereka yang sudah lanjut usia (lansia).

berdasarkan data sistem komputerisasi haji terpadu (siskohat) pada ditjen phu, jamaah lansia dengan usia 65 tahun ke atas yang berhak melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (bpih) 2025 (sesuai urutan no porsi), jumlahnya lebih dari 42 ribu. 

selain itu, ada sekitar 10 ribu kuota prioritas yang juga dialokasikan bagi jamaah lansia pada musim haji tahun ini.

namanya juga lansia, sebagian dari mereka ada juga yang punya keterbatasan. untuk keberhasilan mereka dalam berhaji, harus ada pendamping. 

sementara kuota petugas haji indonesia saat ini hanya 2.210. sementara kuota haji indonesia tahun ini adalah 221 ribu jamaah.


menag nasaruddin umar saat berada di arab saudi untuk melobi menhaj arab saudi-kemenag-

"kalau kita hanya punya jumlah petugas seperti sekarang, satu pesawat rencananya hanya didampingi tiga petugas kloter (kelompok terbang). bagaimana mungkin 400 orang atau 300 lebih, hanya dibimbing oleh tiga orang," terang menag nasaruddin.

menag menyebut, belum lagi ada pembagian gendernya laki-laki dan perempuan. ini karena tidak mungkin laki-laki melayani perempuan.

"jadi harus ada. ini poinnya yang laki-laki dan perempuan harus kita hitung kembali," ujarnya. 

terkait info pembatasan usia 90 tahun ke atas, menag berharap yang dijadikan patokan bukan usia, tapi syarat istithaah. 

sebab, banyak juga jemaah dengan usia 90 tahun ke atas tapi kondisi fisiknya sehat dan mampu beraktivitas.

kedua, menag melobi menhaj saudi agar para petugas dibebaskan dari biaya masuk masyair (arafah-muzdalifah-mina). ketentuan ini kabarnya akan diberlakukan saudi pada musim haji 1446 h. 

"kami sampaikan itu kalau bisa kita free of charge seperti tahun lalu," tukasnya.

ketiga, menag menyampaikan skema tanazul kepada menteri haji saudi. dijelaskan menag, skema tanazul adalah memberi kesempatan kepada jamaah yang tinggal di sekitar jamarat, untuk kembali ke hotelnya (tidak menempati tenda di mina), saat fase mabit. 

mereka nantinya akan mengambil kesempatan mabit di area sekitar jamarat. setelah itu, mereka kembali ke hotel masing-masing untuk beristirahat.

"skema ini akan mengurangi kepadatan di mina. jumlah jamaah haji indonesia sangat banyak dan skema ini dirasa akan berpengaruh dalam mengurangi kepadatan," ucap menag.

menag menambahkan bahwa banyak negara yang menilai manajemen penyelenggaraan haji indonesia sangat baik. karenanya, banyak negara yang datang untuk belajar bagaimana memanage haji di indonesia.

selain bertemu menteri haji dan umrah, dalam kunjungannya ke arab saudi, menag juga berjumpa beberapa stakeholder penyedia layanan haji. 

"kami juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah arab saudi karena telah merancang program perhajian dengan sangat baik. saya kira ini juga menjadi obsesi pemerintah indonesia agar penyelenggaraan haji tahun ini lebih baik dari sebelumnya," ungkap menag.

Tag
Share