Selat Hormuz Dibuka Lagi! Kapal Barat Pertama Nekat Melintas di Tengah Ancaman Iran
Selat Hormuz Dibuka Lagi! Kapal Barat Pertama Nekat Melintas di Tengah Ancaman Iran --Indo Bali News - Pikiran Rakyat
BACAKORAN.CO - Sejumlah kapal mulai kembali melintasi Selat Hormuz, sebuah jalur laut yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik paling strategis dalam perdagangan energi global.
Langkah ini menandai upaya mendesak dari perusahaan pelayaran internasional dan para pemimpin dunia untuk memastikan pengiriman kargo vital tetap berjalan.
Meskipun ketegangan politik dan militer di kawasan tersebut sempat memicu penutupan jalur sejak pecahnya perang di Iran pada akhir Februari.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab, dan dalam kondisi normal dilalui oleh sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.
BACA JUGA:Bos Rokok HS Mangkir KPK, Jejak Koper Rp5 Miliar di Kasus Cukai Rokok Terbongkar?
BACA JUGA:Viral! 5 Oknum TNI dan 1 Polisi Diduga Keroyok Warga di Kafe Torut Gegara Tak Diberi Miras
Tidak heran, setiap gangguan di jalur ini langsung berdampak pada harga energi global serta menimbulkan kekhawatiran terhadap ketahanan pangan internasional.
Kapal kontainer milik perusahaan pelayaran Prancis, CMA CGM, menjadi sorotan setelah berhasil berlayar keluar dari Teluk.
Laporan Financial Times yang mengutip data MarineTraffic menyebut kapal tersebut diyakini sebagai kapal pertama milik perusahaan pelayaran Barat yang berhasil melewati jalur itu sejak konflik memanas.
Kapal bernama CMA CGM Kribi yang berbendera Malta dilaporkan menyalakan transponder di dekat pesisir Dubai pada 28 Maret sebelum melintas melalui selat dengan membawa kargo.
BACA JUGA:Gunung Dukono Erupsi usai Gempa, Abu Vulkanik Capai 4.000 Meter Gegerkan Halmahera Utara
BACA JUGA:Viral! Bos Warung Makan di Mempawah Diduga Lecehkan Karyawati, Kasus Dilaporkan ke Polisi
Setelah itu, kapal tersebut mengitari Pulau Larak di dekat pantai Iran, rute yang kini semakin sering digunakan kapal untuk melakukan transit karena dianggap lebih aman.
Selain kapal kontainer, tiga kapal tanker yang terkait dengan Oman juga dilaporkan melintasi jalur tersebut.