bacakoran.co - tim sar gabungan terus berjuang mencari rifki yuda (13), salah satu siswa smp yang masih hilang setelah tragedi tenggelam di , gunungkidul, yogyakarta.
insiden ini terjadi saat kegiatan outing class yang diikuti 261 siswa pada minggu (27/1).
sementara itu, tiga siswa lainnya, yakni alvian aditya, malven yusuf, dan baihaki, telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan kini berada di rsud saptosari menunggu pemulangan ke mojokerto.
kronologi tragedi
tragedi ini bermula saat para siswa menikmati waktu di pantai tanpa pengawasan ketat.
tim sar mengungkapkan gelombang pasang tiba-tiba menyeret sejumlah siswa ke laut.
sebanyak tiga korban berhasil dievakuasi, namun nyawa mereka tidak dapat diselamatkan.
hingga kini, rifki masih dinyatakan hilang, dan pencarian terus dilakukan menggunakan kapal serta pemantauan dari tebing.
kapolres gunungkidul, kbp ary murtini, menyebutkan jumlah guru pendamping outing class hanya 16 orang untuk 261 siswa.
pihak guru, tour leader, dan po bus telah dimintai keterangan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian.
“kami masih melakukan penyelidikan. semua pihak terkait sudah kami panggil untuk memberikan informasi,” ujar kbp ary murtini, dikutip tim bacakoran.co dari kompas.co.
gabungan bekerja tanpa henti, dibantu oleh warga setempat, untuk menemukan rifki yang hingga kini belum ditemukan.
upaya pencarian akan terus dilakukan hingga korban berhasil ditemukan.
insiden ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat selama kegiatan luar sekolah, terutama di lokasi dengan risiko tinggi seperti pantai.
keluarga korban berharap kasus ini dapat diusut tuntas agar kejadian serupa tidak terulang.
pantai drini yang terkenal dengan pemandangannya yang indah kini menjadi saksi bisu tragedi memilukan ini.
apa yang sebenarnya terjadi di balik insiden ini? apakah ada kelalaian yang menyebabkan tragedi ini?
semua akan terungkap seiring berjalannya penyelidikan.
berdasarkan informasi 9 wisawatan berhasil diselamatkan dan 4 lainnya masih dalam pencarian.
sekretaris sar satlinmas wilayah ii pantai baron, surisdiyanto, menjelaskan kronologi insiden ini berawal saat rombongan pelajar ini tiba di kawasan pantai drini pagi tadi.
rombongan ini hadir sekitar 261 pelajar dan 16 pendamping yang memiliki rencana outing class.
"sesampai di pantai, para pelajar ini langsung berenang bersama-sama, selang berapa lama mereka sudah berada di area tengah dan terseret ombak," tuturnya, dikutip bacakoran.co dari , selasa (28/1/2025).
pada saat kejadian ini saksi yang berada di lokasi langsung memanggil petugas sar untuk meminta pertolongan, dan berusaha untuk mengevakuasi para pelajar tersebut.
"namun, dari 13 pelajar yang terseret ombak baru 9 pelajar yang berhasil diselamatkan, sedangkan 4 pelajar lain masih dilakukan pencarian," ungkap.
diduga para pelajar ini masuk ke area kapal nelayan dan diketahui jalur ini memiliki kedalaman yang lebih dalam dibanding area lain.
"kemungkinan, pada saat yang bersamaan para pelajar ini tidak bisa berenang sehingga terseret ombak sampai ke tengah," ucapnya.
berdasarkan penuturanjya saat ini proses pencarian terus dilakukan menggunakan kapal untuk melakukan penyisiran di sekitar lokasi.
"proses pencarian korban terus kami lakukan saat ini tim menggunakan kapal jungkung menyisir lokasi kejadian," urainya