bacakoran.co

Mencekam! Bentrokan di Maluku Tenggara, 2 Pemuda Tewas, 9 Polisi Jadi Korban! Apa Pasal?

Situasi mencekam akibat bentrokan antara dua kelompok pemuda di Kei Kecil, Maluku Tenggara sehingga tewaskan dua orang dan 9 polisi jadi korban.--istimewa

Tak tinggal diam, kelompok Lorong Perumda berkumpul di depan kantor DPRD dan melancarkan serangan balik ke kompleks Ohoijang atau Karang Tagepe.

Namun, aksi ini berhasil dihalau oleh personel Polres Maluku Tenggara (Malra).

BACA JUGA:Israel Luncurkan Operasi Militer Besar-Besaran dan Bangun Tembok Besi di Jenin, Setelah Penyerangan di Barat

BACA JUGA:Penyerangan Massal Terulang, Pengemudi Terobos Sekolah Lalu Tabrak Siswa, Begini Situasi Mencekam di Lokasi!

Saat mencoba menenangkan massa, anggota polisi justru menjadi sasaran serangan.

Mereka terkena tembakan senapan angin, anak panah.

Bahkan tebasan parang dari Orang Tak Dikenal (OTK).

"Pada pukul 02.10 WIT, anggota Reskrim yang berusaha melerai massa diparangi di bagian kepala," ungkap Areis.

BACA JUGA:Tak Hanya Serang Wilayah Palestina, Israel Lakukan Penyerangan Ke Negara Baru, WHO Arahkan Evakuasi...

BACA JUGA:Ini Dia Wajah Salah Satu Pelaku Penyerangan Anggota Polsek Ulu Musi Empat Lawang yang Tertangkap, Pelaku Lainn

Polisi Selidiki dan Kejar Pelaku

Pasca-bentrokan, situasi di lokasi berangsur kondusif.

Namun, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap insiden ini.

Pihak berwenang pun telah mengantongi identitas pelaku utama yang diduga menjadi pemicu bentrokan.

BACA JUGA:Bentrok Demo Tolak PPN 12 Persen, Gas Air Mata dan Water Cannon Warnai Malam di Patung Kuda

Mencekam! Bentrokan di Maluku Tenggara, 2 Pemuda Tewas, 9 Polisi Jadi Korban! Apa Pasal?

Ramadhan Evrin

Ramadhan Evrin


bacakoran.co – suasana di kecamatan kei kecil, kabupaten , berubah mencekam.

situasi ini terjadi setelah dua kelompok pemuda pecah pada minggu (16/3/2025) dini hari, sekitar pukul 01.10 wit.

dua orang tewas, lima lainnya luka-luka, serta sembilan anggota kepolisian turut menjadi korban dalam insiden ini.

kerusuhan berujung korban jiwa

menurut keterangan kabid humas polda maluku, kombes areis aminullah, bentrokan melibatkan kelompok pemuda dari karang tagepe dan lorong perumda.

mereka menggunakan senapan angin, busur panah, dan parang, menyebabkan beberapa korban mengalami luka serius.

"korban dari warga ada tujuh orang, dua di antaranya meninggal dunia. sedangkan dari pihak kepolisian, sembilan anggota mengalami luka-luka," jelas areis dalam pernyataan tertulisnya.

kronologi bentrokan

bentrokan dipicu oleh serangan kelompok pemuda karang tagepe terhadap pemuda lorong perumda. 

mereka membawa busur panah, tetapi aksi mereka berhasil dibubarkan oleh polisi yang berjaga di pos pengamanan taman landmark.

tak tinggal diam, kelompok lorong perumda berkumpul di depan kantor dprd dan melancarkan serangan balik ke kompleks ohoijang atau karang tagepe.

namun, aksi ini berhasil dihalau oleh personel polres maluku tenggara (malra).

saat mencoba menenangkan massa, anggota polisi justru menjadi sasaran serangan.

mereka terkena tembakan senapan angin, anak panah.

bahkan tebasan parang dari orang tak dikenal (otk).

"pada pukul 02.10 wit, anggota reskrim yang berusaha melerai massa diparangi di bagian kepala," ungkap areis.

polisi selidiki dan kejar pelaku

pasca-bentrokan, situasi di lokasi berangsur kondusif.

namun, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap insiden ini.

pihak berwenang pun telah mengantongi identitas pelaku utama yang diduga menjadi pemicu bentrokan.

mereka meminta keluarga segera menyerahkan pelaku agar proses hukum bisa berjalan dengan baik.

"kami mengimbau pihak keluarga untuk membawa pelaku ke kantor polisi," tegas areis.

ia juga menegaskan jika siapapun yang terlibat dalam bentrokan akan diproses hukum tanpa pengecualian.

Tag
Share