Viral Video Konten Kreator Dicekik oleh Keluarga Pasien di RSUD Pirngadi Medan, Ternyata Ini Faktanya!
Viral Video Konten Kreator Dicekik oleh Keluarga Pasien di RSUD Pirngadi Medan--Instagram alehhh22
Aleh juga mengatakan bahwa ia akan melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib dengan meminta dukungan dari followersnya untuk memantau kasus tersebut.
"Perihal ini akan segera saya laporkan ke pihak yang berwajib. Bantu kawal kasus ini teman-teman agar saya dan keluarga mendapatkan keadilan. Niat baik malah berujung petaka," sambungnya.
BACA JUGA:TERBARU! Nominasi 7 Ranking Universitas Kedokteran Terbaik di Indonesia Tahun 2025 Top Choice UTBK
BACA JUGA:10 Rekomendasi Drama China Tentang Bodyguard yang Wajib Ditonton, Dijamin Seru dan Bikin Baper!
Namun, di sisi lain, banyak pula netizen yang menanggapi peristiwa ini dengan versi yang berbeda.
"Lu yang teriak duluan perasaan, lu emang niat mau nolong tapi kan hargain prosedur kaya banyak pasien lain yang butuh ketenangan, kalian datang dengan tim yang gak tau jumlahnya dan sembarangan ambil gambar kan kurang sopan juga le. Ini opini pribadi aja sih," kata sebuah akun Instagram yang mengomentari unggahan Aleh.
"Orang udah gak jam besuk maksa masuk mana ke ruang ICU pula yaiyalah diusir," komentar sebuah akun Instagram.
"Buat gaduh jangan di rumah sakit leh… kalau tulus membantu nggak usah pakai kamera pun bisa, di luar rumah sakit baru kau hidupkan kameramu. Jumpa imbang teriak teriak kau," komentar akun instagram lainnya.
BACA JUGA:3 Rekomendasi Parfum Tom Ford untuk Pria Aroma Terbaik, Wanginya Enak dan Elegan!
Sementara itu, pihak RS Pirngadi Medan juga mengakui bahwa pelaku bernama Helmy memang benar keluarga dari pasien yang merasa terganggu.
Hal ini dijelaskan oleh Kepala Bagian Hukum dan Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pirngadi Medan, Gibson Girsang, yang mengatakan bahwa ada keributan ketika Aleh hendak menjenguk Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) korban tabrak lari yang dirawat di RS Pirngadi.
Namun, waktu jenguk Aleh kurnag tepat karena tidak sesuai dengan prosedur dari pihak RS, sehingga hal itu membuat Aleh dilarang masuk.
"Jelaslah dilarang oleh perawat. Jam besuk mereka terlalu malam dan datang rame-rame. Kemudian mereka ga terima dan marah-marah di IGD," tuturnya.