Tak Diakui Sebagai Presiden, Donald Trump Didemo Ribuan Warganya Sendiri! Ada Apa?
Ribuan warga AS berunjuk rasa dengan padati jalanan Washington DC tolak Donald Trump sebagai presiden atas sejumlah keputusan kontroversi dan picu perang dagang.--istimewa
Tak hanya di AS, aksi solidaritas juga terjadi di Paris, Roma, London, dan sejumlah kota besar lainnya.
Protes ini memperlihatkan jika penolakan terhadap Trump bukan hanya isu domestik, melainkan juga menjadi sorotan dunia internasional.
BACA JUGA:Minyak Dunia Kolaps, Terburuk dalam 3 Tahun! Efek Trump Bikin Investor Panik!
BACA JUGA:Tarif 32% dari Trump, Prabowo Ngasih Instruksi Khusus Buat Kabinet Merah Putih, Apa Isinya?
Digerakkan oleh Aliansi Progresif Nasional
Demo ini merupakan hasil kolaborasi dari puluhan kelompok progresif, seperti MoveOn dan Women’s March, dalam kampanye bertajuk “Hands Off.”
Penyelenggara menyatakan aksi digelar serentak di lebih dari 1.000 kota dan distrik kongres di seluruh AS.
Aksi ini bertajuk menolak kebijakan Trump yang dianggap berbahaya dan menyimpang.
BACA JUGA:Tarif Trump Resmi Berlaku! Rupiah Tertekan, Ekonomi Indonesia di Ambang Krisis?
BACA JUGA:Tarif Baru Trump Buat Perang Dagang Meledak Lagi! Pasar Asia Kena Tsunami!
Banyak pendemo menyebut Trump, Elon Musk, dan rekan-rekan miliarder lainnya sebagai "pengambil alih kekuasaan secara terang-terangan."
Kritik diarahkan pada berbagai kebijakan Trump yang dinilai agresif, termasuk pemangkasan birokrasi, dorongan terhadap nilai-nilai konservatif ekstrem, dan kebijakan luar negeri yang memicu perang dagang dan keguncangan pasar global.
“Trump, Musk, dan kroni-kroninya tengah menjalankan serangan brutal terhadap fondasi pemerintahan, ekonomi, dan hak-hak rakyat, dengan dukungan penuh dari Kongres,” teriak salah seorang demonstran.
Demokrat Dinilai Melempem
BACA JUGA:Defisit Dagang Terbesar, Trump Umumkan Darurat Ekonomi AS, Dunia Terancam Resesi?