Indonesia Ajukan Proposal Negosiasi Tarif Impor dengan AS, Imbas Trump Kenakan Tarif 32%, Berikut Tawarannya
Indonesia Ajukan Proposal Negosiasi Tarif Impor dengan Amerika Serikat setelah Trump terapkan kenaikan hingga 32 persen --Ist
Pertama, Indonesia berencana meningkatkan volume impor produk dari AS terutama produk yang sudah biasa diimpor seperti gandum, kapas, serta minyak dan gas.
Selain itu Indonesia juga berencana memperbesar volume impor dari produk ekspor unggulan AS seperti elektronik, furnitur kayu, sepatu, tembaga, dan emas.
Termasuk dalam rencana ini adalah produk semikonduktor yang saat ini menjadi barang impor utama.
BACA JUGA:Zelensky Diusir Trump dari Gedung Putih, Bagaimana Nasib Dukungan AS ke Ukraina?
BACA JUGA:Kemesraan Zelensky & Trump Retak! Ukraina Tinggalkan AS, Merapat ke Aliansi Eropa?
"Kami juga berencana membangun beberapa proyek strategis nasional yang mungkin akan melibatkan pembelian komponen dari Amerika," tambahnya.
Yang kedua, pemerintah sedang mempertimbangkan pemberian insentif fiskal dan non-fiskal berupa keringanan bea masuk serta pengurangan berbagai pungutan perpajakan.
Meskipun demikian, Airlangga menekankan bahwa tarif impor Indonesia terhadap produk Amerika sudah relatif rendah, misalnya 5% bahkan untuk gandum dan kedelai sudah 0%.
"Kami juga akan melihat aspek Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) impor," jelasnya.
Ketiga, deregulasi Non-Tariff Measures (NTMs) akan dipertimbangkan, termasuk relaksasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) terhadap sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) dari AS seperti General Electric, Apple, Oracle, dan Microsoft. Evaluasi terhadap larangan terbatas dan percepatan sertifikasi halal juga menjadi bagian dari pembahasan.
Melalui strategi ini Indonesia berharap dapat mencapai kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak dan mengurangi ketegangan perdagangan antara kedua negara.