bacakoran.co - indonesia langsung “on fire” pagi ini, kamis, 10 april 2025.
melesat ke level 6.270,61, mencatat kenaikan fantastis sebesar 4,52 persen hanya dalam hitungan menit.
mengacu pada data rti per pukul 09.09 wib, ihsg melonjak 269,52 poin ke level 6.237,50.
sentimen positif ini dipicu kabar besar dari gedung putih di mana presiden as donald trump menunda dan memangkas tarif impor untuk indonesia menjadi hanya 10 persen, dari sebelumnya 32 persen.
investor langsung serbu pasar
tak butuh waktu lama, pasar merespons kabar tersebut dengan antusias luar biasa.
sebanyak 444 saham langsung menguat, hanya 53 saham yang melemah, sementara 91 lainnya stagnan.
total nilai transaksi pun membubung hingga rp2,98 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 3,25 miliar saham.
tarif dipangkas, indonesia lega
langkah pelonggaran dari trump ini menjadi angin segar bagi pelaku pasar dan eksportir indonesia.
tarif resiprokal (timbal balik) yang awalnya memberatkan produk-produk indonesia di as, kini diturunkan menjadi lebih ringan dan kompetitif.
“penangguhan tarif ini berlaku selama 90 hari ke depan, hingga juli 2025,” ungkap trump dalam pernyataan resminya.
trump menegaskan jika hanya negara-negara yang tidak membalas kebijakan tarif as yang mendapatkan keringanan.
indonesia, yang memilih jalur diplomasi dan tidak membalas, termasuk dalam daftar istimewa tersebut.
china diperketat, dunia diringankan
namun, tiongkok justru menerima lonjakan tarif impor hingga 125 persen, karena dianggap “tidak kooperatif” dan membalas kebijakan as dengan tarif balasan.
“bagi negara yang memilih dialog, kami beri kelonggaran. bagi yang membalas, kami tindak tegas,” ujar trump.
kebijakan ini mengindikasikan perubahan strategi trump yang semula bersikukuh pada pendekatan agresif, kini mulai membuka ruang untuk kompromi dan negosiasi.
arah pasar ke depan?
dengan penundaan tarif ini, pelaku pasar optimistis ihsg akan terus menguat dalam beberapa pekan ke depan.
investor asing juga mulai menunjukkan minat kembali ke pasar domestik.
namun, para analis tetap mengingatkan jika periode 90 hari ini hanyalah jeda, bukan akhir.
jika tak ada kesepakatan permanen, pasar bisa kembali bergejolak pasca-juli 2025.