bacakoran.co

Harga Kelapa Parut Naik Gila-Gilaan! Santan Jadi Barang Mewah, Ini Dalangnya!

Melambungnya harga kelapa hingga tembus Rp25.000 per buah membuat santan ikut melonjak dan jadi barang mewah padahal bahan pokok sejumlah masakan.--istimewa

Kelapa kecil kini dijual Rp20.000, sedangkan yang besar tembus Rp25.000 per butir. Padahal sebelum Lebaran, harganya masih di kisaran Rp12.000 – Rp15.000 saja.

“Sekarang rebutan barang. Pasokan dari pemasok jauh berkurang. Banyak yang dikirim ke China,” kata Roni, pedagang kelapa seperti dilansir dari CNBCIndonesia.com

BACA JUGA:Ekspor Perdana Sambal Indonesia Meluncur ke Pasar Asia, Bea Cukai Dukung Penuh!

BACA JUGA:Dinyatakan Pailit, Sritex Diizinkan Ekspor-Impor Lagi, Kok Bisa? Begini Penjelasan Staf Menkeu Sri Mulyani!

Tak hanya kelapa segar yang melambung, harga santan instan pun ikut naik.

Dedi, pedagang lainnya, menyebut santan kemasan seperti Kara segitiga yang dulunya Rp3.000, kini jadi Rp5.500 – Rp6.000.

“Kelangkaan pasokan bikin harga modal mahal. China jadi rebutan, kita di sini kehabisan,” keluh Dedi.

Mukhlis, pedagang lainnya, menuntut pemerintah segera turun tangan.

BACA JUGA:Eksportir Anggur Shine Muscat Terbesar: Korea Selatan hingga Jepang, Ada Indonesia?

BACA JUGA:Resmi Pailit, Sritex Masih Bisa Ekspor-Impor, Begini Keputusan Bea Cukai

Ia menilai kebutuhan masyarakat akan kelapa sangat penting, terutama bagi ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner.

“Kelapa itu bahan utama masakan. Rakyat yang masak ngeluh ke saya, saya ngeluh ke siapa? Pemerintah jangan diam aja!” tegasnya.

Harga Kelapa Parut Naik Gila-Gilaan! Santan Jadi Barang Mewah, Ini Dalangnya!

Ramadhan Evrin

Ramadhan Evrin


bacakoran.co – setelah lebaran, bikin masyarakat geleng-geleng kepala.

di dapur, jadi barang mahal.

tapi, siapa sangka, penyebab utamanya justru datang dari tingginya ekspor kelapa ke luar negeri, terutama ke china!

menteri perdagangan budi santoso menyebut lonjakan harga kelapa terjadi karena ekspor jauh melampaui kebutuhan dalam negeri.

akibatnya, pasokan di pasar lokal menyusut drastis, sementara permintaan tetap tinggi.

“ekspor lebih tinggi dari kebutuhan dalam negeri. akhirnya, pasokan berkurang dan harganya melambung,” ujar budi di kantor kemendag, kamis (17/4/2025).

sebagai langkah penanganan, kemendag berencana mempertemukan pelaku industri kelapa dengan eksportir serta para petani.

tujuannya, mencari titik temu agar ekspor tetap jalan tapi pasar lokal tidak dikorbankan.

“kami cari kesepakatan yang adil. kalau harga terlalu murah, petani dan eksportir rugi. tapi kalau terlalu mahal, rakyat menjerit,” tambah budi.

seperti di pasar rumput, jakarta selatan, terjadi kenaikan harga kelapa yang mencengangkan.

kelapa kecil kini dijual rp20.000, sedangkan yang besar tembus rp25.000 per butir. padahal sebelum lebaran, harganya masih di kisaran rp12.000 – rp15.000 saja.

“sekarang rebutan barang. pasokan dari pemasok jauh berkurang. banyak yang dikirim ke china,” kata roni, pedagang kelapa seperti dilansir dari cnbcindonesia.com

tak hanya kelapa segar yang melambung, harga santan instan pun ikut naik.

dedi, pedagang lainnya, menyebut santan kemasan seperti kara segitiga yang dulunya rp3.000, kini jadi rp5.500 – rp6.000.

“kelangkaan pasokan bikin harga modal mahal. china jadi rebutan, kita di sini kehabisan,” keluh dedi.

mukhlis, pedagang lainnya, menuntut pemerintah segera turun tangan.

ia menilai kebutuhan masyarakat akan kelapa sangat penting, terutama bagi ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner.

“kelapa itu bahan utama masakan. rakyat yang masak ngeluh ke saya, saya ngeluh ke siapa? pemerintah jangan diam aja!” tegasnya.

Tag
Share