Penalti Paksa Lazio Gagal ke Semifinal Liga Eropa, Begini Kata Pelatihnya
Pemain lazio lemas usai gagal ke semifinal Liga Eropa-uefa.com-
Ketika pertandingan dilanjutkan dengan adu penalti, tiga penendang Bodo/Glimt sukses jalankan tugasnya.
Sementara tiga penendang Lazio gagal jalankan tugas. Hingga akhirnya Lazio gagal melangkah ke semifinal karena kalah penalii 2-3.
Di semifinal, Bodo/Glimt akan ketemu Tottenham Hotspurs. Tottenham melaju ke semifinal usai di babak 8 besar singkirkan Eintracht Frankfurt dengan agregat 2-1.
Penyesalan Lazio
Pelatih Lazio Marco Baroni kecewa berat dengan hasil akhir ini. Menurutnya, hasil ini tidak layak didapat tim asuhannya karena telah berjuang keras sampai akhir laga.
"Ini mengecewakan karena tim bermain dengan sangat baik. Penampilan kami sangat bagus dan para penggemar terus mendukung kami," ujarnya.
"Tim berjuang dengan kualitas dan energi yang luar biasa. Saya bangga dengan para pemain, saya mengucapkan selamat kepada mereka dan para penggemar kami," lanjutnya.
Striker Lazio Boulaye Dia juga tidak bisa sembunyikan kekecewaannya. Upaya kerasnya membalikkan keadaan di pertandingan ini buyar melalui adu penalti.
"Ini mengecewakan karena kami bermain dengan sempurna, mencetak tiga gol dan bangkit. Kami melakukan semua yang kami bisa. Kemudian kami mengalami beberapa menit dengan konsentrasi yang buruk dan kami kebobolan gol," jelasnya.
BACA JUGA:Berakhir Imbang 1-1, Sevilaa Juara di Final Liga Eropa Setelah Adu Pinalti Lawan AS Roma
"Sulit untuk mengakhiri seperti ini. Kami memberikan segalanya. Kami pergi untuk menyapa para penggemar di akhir karena mereka memberi kami dukungan yang luar biasa," lanjutnya.
Kapten Lazio Mattia Zaccagni menambahkan bahwa kegagalan ini membuatnya harus evaluasi diri. Semua kembali menyatukan visi untuk hadapi pertandingan selanjutnya.

Pemain Bodo/Glimt merayakan kemenangan timnya atas Lazio di babak 8 besar-uefa.com-
"Belum pernah sebelumnya saya begitu bangga dengan tim ini. Kami melakukan segalanya di lapangan, begitu pula para penggemar kami. Sekarang kami harus berkumpul kembali dan memikirkan kejuaraan," ujarnya.
