bacakoran.co - kembali diguncang badai politik.
mike waltz, yang selama ini menjadi sosok kepercayaan dalam urusan keamanan nasional, resmi mengundurkan diri dari posisinya pada kamis (1/5/2025) waktu setempat.
namun rumor beredaria sebenarnya “didorong keluar” akibat skandal intelijen yang bikin dunia intel amerika panas dingin.
tak mau ambil waktu lama, trump langsung angkat menteri luar negeri marco rubio sebagai pengganti sementara.
sosok tangguh ini dianggap mampu menenangkan badai dan mengembalikan kendali atas jantung keamanan nasional as.
“kalau saya punya masalah besar, saya telepon marco dan masalah itu langsung hilang,” ucap trump dalam pidato bergaya khasnya di gedung putih, seperti dilansir dari reuters.
bocor! jurnalis masuk grup rahasia militer as
skandal yang menjerat waltz ini berawal dari kebocoran mengejutkan dalam sebuah grup signal rahasia.
grup signal ini ternyata berisi pejabat tinggi keamanan nasional as dan diskusi operasi militer strategis.
termasuk rencana serangan ke yaman melawan pemberontak houthi yang didukung iran.
yang bikin heboh, seorang editor the atlantic "nyasar" masuk ke grup tersebut dan ikut menyimak diskusi super-sensitif itu.
usut punya usut, waltz-lah yang tak sengaja memasukkan sang jurnalis ke dalam grup.
majalah the atlantic sendiri yang mengungkap informasi ini ke publik.
dunia langsung gempar dibuatnya.
intelijen as ketar-ketir, tapi pentagon bilang “bukan rahasia”?
direktur intelijen nasional tulsi gabbard sempat mencoba menenangkan situasi, menyebut isi grup tersebut bukan rahasia negara.
bahkan menteri pertahanan pete hegseth menegaskan hal serupa.
“tidak ada lokasi unit, jalur misi, atau data classified di sana. hanya pembaruan biasa,” ucapnya.
namun dua sumber dalam pertahanan membantah keras.
mereka menyebut justru informasi itu sangat sensitif karena menyangkut operasi yang bahkan belum diluncurkan secara resmi.
rubio siap bawa reformasi keamanan
di tengah panasnya skandal, trump malah mengumumkan jika waltz akan dicalonkan sebagai duta besar as untuk pbb.
sementara itu, marco rubio mengaku siap membersihkan kekacauan dan merombak sistem komunikasi militer yang bocor.
ia menyebut kasus ini sebagai “kesalahan fatal yang tak boleh terulang.