Di Tengah Maraknya PHK, Warga Cilegon Justru Antusias Belajar Bahasa Korea demi Peluang Kerja ke Luar Negeri
Ketika gelombang PHK terus menghantui banyak daerah di Indonesia, Pemkot Cilegon meluncurkan program pelatihan bahasa Korea demi peluang kerja ke luar negeri--
Presiden Direktur PT Krakatau Posco, Mr. Jung Bum-Su, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program sosial perusahaan yang didanai oleh Posco 1% Foundation, yaitu lembaga nirlaba yang menghimpun donasi 1% dari gaji karyawan grup POSCO dan mitra-mitranya.
“Ini bukan hanya untuk pekerja migran. Kami juga ingin menjangkau pelajar, ASN, dan masyarakat umum yang tertarik belajar bahasa dan budaya Korea,” ujar Mr. Jung.
BACA JUGA:Viral Video Karyawan Bank Danamon Diduga Kena PHK Tanpa Pesangon, Pihak Bank Ungkap Faktanya Begini!
Program pelatihan ini akan berlangsung selama tiga tahun, mulai dari Mei 2025 hingga Desember 2027.
Setiap tahun dibagi ke dalam dua semester, dengan kuota 100 peserta per semester.
Sebanyak 40 kursi disediakan untuk jalur EPS-TOPIK (uji kemampuan bahasa Korea untuk pekerja migran), dan 60 kursi untuk kelas umum.
Pendaftaran dan seleksi peserta dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Cilegon.
BACA JUGA:Gandeng IBM, Telkom Indonesia Siap Luncurkan Platform Sovereign AI Kelas Dunia!
Menariknya, semua biaya pelatihan ditanggung penuh oleh Posco 1% Foundation, sehingga peserta bisa fokus belajar tanpa terbebani biaya.
Eka Manti Saputra, Public Relations Department Head PT Krakatau Posco, menegaskan bahwa program ini merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat daya saing tenaga kerja Cilegon di tingkat global.
Langkah ini mendapat banyak apresiasi. Di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu, program ini menjadi angin segar bagi banyak warga.
Mereka tidak hanya mendapat bekal keterampilan baru, tetapi juga harapan baru untuk masa depan yang lebih baik.
BACA JUGA:PLN UID S2JB dan PLTM Kanzy 3 Teken Berita Acara COD, Perkuat Komitmen Green Energy di Bengkulu