RSUD Panyabungan Viral Lagi Usai Diduga Tolak Pasien Mabuk, Begini Kronologinya
RSUD Panyabungan kembali disorot usai diduga menolak pasien gawat darurat karena tak mampu bayar Rp4 juta. --
Menanggapi tudingan tersebut, Direktur RSUD Panyabungan, dr Rusli Pulungan, memberikan klarifikasi.
Menurutnya, pasien yang datang malam itu dalam kondisi mabuk, sehingga tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
BACA JUGA:Edan! Ambil Kupon Daging Kurban di Bantar Gebang Diminta Rp 15 Ribu, Netizen: Harus Tindak
BACA JUGA:Viral Video Oknum Ormas Jual Daging Kurban kepada Warga di Bekasi, Per Kupon Bayar Rp15 Ribu
Oleh karena itu, biaya harus ditanggung secara mandiri.
“Pasien tidak masuk dalam kriteria tanggungan BPJS karena dalam kondisi mabuk. Kami tidak menolak, hanya menjelaskan prosedurnya,” tulis dr Rusli melalui pesan WhatsApp.
Ia juga menyebut bahwa pemberitaan negatif yang beredar telah mencemarkan nama baik institusinya, dan berencana membuat laporan ke kepolisian.
Namun, pernyataan ini justru memicu respons sinis dari publik, mengingat Rusli sebelumnya pernah meminta maaf dalam kasus serupa yang sempat viral.
BACA JUGA:Viral Pelanggan Tikam Tukang Sate di Lampung Gegara Kecap Terlalu Encer dan Daging Nyangkut di Gigi
BACA JUGA:Viral! Megawati Sebut Ibu Buang Bayi Pantas Masuk Neraka, Sindir Keras Pancasila Cuma Lip Service
Kasus ini kembali membuka luka lama soal buruknya pelayanan di sejumlah rumah sakit daerah.
Banyak warga Madina meminta adanya transparansi dan perbaikan sistem layanan kesehatan, terutama pada kasus gawat darurat yang tidak boleh ditunda hanya karena urusan biaya.
Mereka berharap pemerintah daerah dan Kementerian Kesehatan segera mengambil langkah konkret agar kejadian seperti ini tidak terus terulang.