bacakoran.co – akhirnya angkat bicara, membongkar informasi terbaru soal pelarian pendiri sekaligus mantan ceo investree adrian gunadi.
pria yang menjadi tersangka dalam kasus pengelolaan dana senyap bernilai miliaran rupiah itu dipastikan masih bersembunyi di .
“berdasarkan data yang kami terima, adrian gunadi hingga kini masih berada di doha, qatar,” ujar agusman, kepala eksekutif pengawas lembaga jasa keuangan ojk, dalam keterangan resminya dilansir minggu (8/6/2025).
dari ceo ke buronan negara
siapa sangka sosok lulusan universitas indonesia dan erasmus university ini berubah dari tokoh inovasi ke daftar buronan?
adrian dituding kuat menjadi aktor utama di balik kehancuran platform peer-to-peer lending investree, yang kini resmi dibubarkan setelah izin usahanya dicabut oleh ojk.
investree, yang semula menjanjikan kemudahan pinjaman digital, kini menjadi simbol kehancuran kepercayaan publik terhadap fintech.
pengelolaan dana yang tidak transparan dan melanggar perjanjian disebut-sebut menyebabkan kerugian besar bagi para pemberi pinjaman (lender).
investree resmi dibubarkan!
sejak 27 maret 2025, melalui akta rups no. 44, seluruh pemegang saham telah sepakat untuk ‘mengubur investree selamanya’ melalui proses likuidasi.
proses pembubaran ini dicatat oleh notaris dita okta sesia di jakarta selatan.
tiga nama ditunjuk sebagai tim likuidator resmi yang disetujui ojk, yakni narendra a. tarigan, imanuel a.f. rumondor, dan syifa salamah.
mereka kini menjadi harapan terakhir bagi para korban untuk menuntut hak dan menyelamatkan sisa dana yang bisa dikembalikan.
“kami minta semua pihak yang merasa memiliki tagihan kepada investree untuk segera mengajukannya secara tertulis disertai bukti sah dalam waktu 60 hari sejak pengumuman,” tulis pernyataan resmi di situs investree.