Pemerintah Gandeng Banyak Pihak untuk Perkuat Ketahanan Siber Nasional, Targetkan Talenta Lokal Tangguh
Pemerintah gandeng banyak pihak untuk perkuat Ketahanan siber nasional, targetkan talenta lokal tangguh--
Innov8 Technofarm Indonesia
Mereka siap membangun ekosistem pelatihan keamanan siber yang mendalam dan berstandar global.
Pemerintah menargetkan bahwa ketahanan siber bukan hanya soal melindungi infrastruktur penting, tapi juga tentang mengembangkan talenta digital nasional.
BACA JUGA:Lewotobi Belum Reda! Kolom Asap Capai 10 Km, 4.000 Lebih Penduduk Masih Mengungsi
Itulah sebabnya pelatihan bersertifikasi akan digencarkan, agar SDM Indonesia siap menghadapi serangan digital dari berbagai sisi.
Menurut Edi, Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang sangat besar—bahkan diprediksi bisa menyentuh USD 130 miliar dalam waktu dekat.
Namun, potensi ini hanya akan maksimal jika sistem keamanannya kuat dan andal.
Marsekal Muda TNI R. Tjahjo Khurniawan dari BSSN turut hadir dan menegaskan bahwa keamanan siber adalah tanggung jawab bersama.
BACA JUGA:Aksi Demo Berujung Viral! Ambulans Dirusak, Sopir Truk dan Relawan Tempuh Jalur Damai
BACA JUGA:Antusiasme Membludak! 3.509 Pencaker Daftar Job Fair Pekanbaru, Disnaker Terjun Langsung
“Strategi keamanan siber nasional harus dilaksanakan secara kolaboratif dan merata oleh seluruh elemen bangsa,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Jonathan Gilbert, penasihat dari Kedutaan Besar Australia.
Ia mengatakan bahwa kerja sama ini bukan hanya untuk kepentingan Indonesia, tetapi juga keamanan digital kawasan Asia Pasifik.
Menariknya, CEO Innov8 Technofarm Indonesia, Ritchie Glen, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan dana hampir USD 1 juta untuk membangun pusat pelatihan siber kelas dunia di Jakarta.