bacakoran.co

Posisi Terdeteksi, Pendaki Brasil di Gunung Rinjani Tak Bergerak, Sulit Dievakuasi Gegara Ini!

Tim SAR gabungan berhasil mendeteksi posisi pendaki asal Brasil yang jatuh ke jurang di Gunung Rinjani. Namun evakuasi terkendala medan terjal dan cuaca.--@humaskorpbrimob/x

Rencana untuk mengevakuasi korban dengan helikopter pun tengah dikaji, namun cuaca dan jarak pandang menjadi penghalang besar.

Kabut tebal dan angin kencang membuat penerbangan helikopter berisiko tinggi.

Operasi Penyelamatan Libatkan Komunitas Pendaki

BACA JUGA:Netizen Ungkap Fakta 2 Pendaki Puncak Carstensz Bersama Fiersa Besari Ternyata Punya Keinginan Ini

BACA JUGA:Nekat Terobos Aturan, Aksi Kelompok Pendaki Ilegal Diduga Naik Gunung Semeru

Operasi penyelamatan ini melibatkan puluhan personel gabungan, mulai dari SAR Mataram, BTNGR, TNI, Polri, BPBD Lombok Timur, Damkar, porter lokal, hingga komunitas pendaki dan relawan Rinjani.

Mereka harus menghadapi jurang curam, tebing licin, dan suhu dingin ekstrem di sekitar titik jatuh.

Waktu menjadi musuh utama, sebab semakin lama korban dibiarkan di lokasi, kemungkinan selamat akan terus menipis.

Doa dan Harapan untuk Korban

BACA JUGA:Kondisi Kesehatan 2 Pendaki Gunung Agung yang Tersesat Saat Ditemukan, Satu Alami Patah Kaki!

BACA JUGA:Tim Dokumentari National Geographic Menemukan Potongan Tubuh yang Diduga Pendaki yang Hilang Tahun 1924

Sampai berita ini diturunkan, belum ada kabar pasti mengenai kondisi kesehatan JDSP.

Namun, Pemprov NTB dan seluruh tim lapangan berjanji tak akan menyerah hingga korban bisa dievakuasi.

“Kita terus berdoa semoga korban selamat. Semua pihak dikerahkan, semua jalan dicoba. Kami tak akan berhenti,” kata Yusron.

Posisi Terdeteksi, Pendaki Brasil di Gunung Rinjani Tak Bergerak, Sulit Dievakuasi Gegara Ini!

Ramadhan Evrin

Ramadhan Evrin


bacakoran.co – posisi pendaki asal brasil yang jatuh di berhasil terdeteksi, namun hingga kini masih sulit untuk dievakuasi.

sulitnya proses evakuasi pendaki ini terkenda masalah cuaca di lokasi.

adapun pendaki asal brasil, jdsp (27) sebelumnya dilaporkan jatuh ke jurang ratusan meter saat mendaki menuju puncak rinjani.

tim sar gabungan menggunakan visual drone thermal berhasil menemukan posisi korban di kawasan cemara nunggal, sekitar 500 meter dari titik jatuh awal.

meski posisi telah terdeteksi, tim sar masih kesulitan mengevakuasi karena medan terjal, kabut tebal, dan cuaca yang berubah ekstrem dalam hitungan menit.

“kondisi kabut dan perubahan cuaca yang sangat cepat menjadi kendala utama. lokasi korban juga berada di area yang sangat sulit dijangkau,” ungkap yusron hadi, kepala dinas kominfotik ntb, selasa (24/6/2025).

korban terlihat tak bergerak, evakuasi berlomba dengan waktu

muhamad hariyadi, kepala kantor sar mataram menyampaikan, berdasarkan hasil pemantauan drone, korban terlihat dalam kondisi tak bergerak.

namun, pihaknya belum dapat memastikan status korban hingga dilakukan penyisiran langsung.

“hari ini tim kembali bergerak. medan sangat ekstrem dan penuh risiko, namun semua kekuatan dikerahkan,” tegas hariyadi.

rencana untuk mengevakuasi korban dengan helikopter pun tengah dikaji, namun cuaca dan jarak pandang menjadi penghalang besar.

kabut tebal dan angin kencang membuat penerbangan helikopter berisiko tinggi.

operasi penyelamatan libatkan komunitas pendaki

operasi penyelamatan ini melibatkan puluhan personel gabungan, mulai dari sar mataram, btngr, tni, polri, bpbd lombok timur, damkar, porter lokal, hingga komunitas pendaki dan relawan rinjani.

mereka harus menghadapi jurang curam, tebing licin, dan suhu dingin ekstrem di sekitar titik jatuh.

waktu menjadi musuh utama, sebab semakin lama korban dibiarkan di lokasi, kemungkinan selamat akan terus menipis.

doa dan harapan untuk korban

sampai berita ini diturunkan, belum ada kabar pasti mengenai kondisi kesehatan jdsp.

namun, pemprov ntb dan seluruh tim lapangan berjanji tak akan menyerah hingga korban bisa dievakuasi.

“kita terus berdoa semoga korban selamat. semua pihak dikerahkan, semua jalan dicoba. kami tak akan berhenti,” kata yusron.

Tag
Share