bacakoran.co – kepala otorita basuki hadimuljono alias mengajukan tambahan anggaran jumbo sebesar rp16,13 triliun di tahun 2026.
dalam rapat kerja bersama komisi iv dpr ri pada selasa (8/7/2025), pak bas membeberkan jika pagu indikatif yang diberikan kepada oikn untuk tahun 2026 hanya sebesar rp5,05 triliun.
angka itu berdasarkan surat bersama antara menkeu dan bappenas tertanggal 15 mei 2025.
dari total rp5,05 triliun itu, alokasinya antara lain belanja pegawai sebesar rp 423 miliar, belanja operasional rp 138 miliar, dan belanja non-operasional (mayoritas pembangunan fisik) sebesar rp4,48 triliun.
tapi basuki menilai anggaran itu jauh dari cukup.
maka, oikn pun mengajukan tambahan rp16,13 triliun, dengan surat resmi tertanggal 4 juli 2025.
“kami butuh tambahan anggaran, dari rp5,05 triliun ditambah rp16,13 triliun. jadi total rp21,18 triliun untuk 2026,” tegas basuki dalam rapat.
proyek-proyek raksasa ikn
tambahan dana ini kabarnya akan dipakai untuk menggeber proyek-proyek baru di kawasan kipp (kawasan inti pusat pemerintahan).
salah satu proyek besar yang sedang berjalan adalah pembangunan jalan kipp sepanjang 12,2 km dengan nilai kontrak fantastis rp3,04 triliun.
selain itu, ada juga dua paket pengawasan jalan senilai rp 24,5 miliar.
dana ikn sebelumnya juga ngalir deras
tahun 2025, oikn sebelumnya mendapat alokasi anggaran rp 5,4 triliun.
namun karena ada ‘restu langsung’ dari presiden prabowo subianto, anggarannya ditambah rp8,1 triliun, khusus untuk membangun kawasan yudikatif dan legislatif.
sayangnya, tambahan ini kemudian direvisi menjadi rp 4 triliun karena keterbatasan penyerapan.
jadi, total anggaran ikn tahun 2025 mencapai rp 14,4 triliun.