bacakoran.co

Detik-detik Perempuan Dijambret Hingga Terseret di Depan Masjid Itiqlal, Terekam Tanpa Pertolongan!

Perempuan terseret motor saat dijambret di depan Masjid Istiqlal/Kolase Bacakoran.co--Instagram @medsoszone.id

"Segitu banyak orang ga ada satupun yg ngehadang."

"Ya Allah kenapa tidak ada yg menolong."

"Keamanan mana keamanan."

"Kayak hidup di negara tanpa polisi ya, siang bolong dijambret di tengah kota lho. Pusat kota cuy."

BACA JUGA:Aksi Heroik Seorang Pemuda di Sumsel Gagalkan Aksi Penjambretan, Banjir Pujian Netizen

BACA JUGA:Jambret Berhody Hitam Berkeliaran Disekitar Jalan Veteran, Gadis Berkerudung Jadi Korban

Unggahan tersebut telah mengundang ribuan reaksi, menandakan betapa seriusnya permasalahan keamanan di ruang publik dan empati sosial yang semakin menipis.

Kapolsek Sawah Besar, Kompol Rahmat Himawan, menyatakan bahwa hingga Rabu (16/7/2025), pihaknya belum menerima laporan dari korban penjambretan tersebut.

"Sampai saat ini belum ada laporan masuk terkait kejadian tersebut. Tapi, saya sudah perintahkan untuk menyelidiki," ungkap Rahmat.

Pihak kepolisian pun belum bisa mengidentifikasi korban karena belum adanya laporan resmi.

BACA JUGA:Polsek SU I Palembang Terima Laporan Penjambretan Kalung Emas 3 Suku Seorang IRT di Lorong Semeru Jakabaring

BACA JUGA:Nasib Malang Menimpa Seorang Jambret, Usai Merampas Tas Seorang Nenek di Pondok Aren...

"Belum, karena korbannya kan belum laporan ke kita," tambahnya.

Rahmat juga menjelaskan bahwa pihaknya telah sejak lama menempelkan imbauan di kawasan sekitar agar masyarakat waspada dalam menggunakan ponsel dan barang berharga di ruang terbuka.

"Sudah menempelkan imbauan waspada penggunaan handphone di kementerian udah saya taruh, di Istiqlal juga udah saya taruh. Untuk pencegahan."

Detik-detik Perempuan Dijambret Hingga Terseret di Depan Masjid Itiqlal, Terekam Tanpa Pertolongan!

Rida Satriani

Rida Satriani


bacakoran.co - kamera dashboard sebuah mobil merekam detik-detik penjambretan, terlihat jelas perempuan yang memakai baju putih berjalan di depan , lalu dua pelaku bermotor matic datang dari belakang.

salah satu pelaku berusaha merampas tas korban. 

namun, korban dengan sigap mempertahankan tasnya, hingga akhirnya jatuh tersungkur dan beberapa meter di trotoar. 

meski tas berhasil dipertahankan, korban mengalami luka di beberapa bagian tubuh.

dalam video yang viral di media sosial @medsoszone pada kamis, 17 juli 2025, wanita itu terlihat berlari berupaya merebut barangnya kembali. 

sayangnya, kedua pelaku langsung melarikan diri tanpa ada satu pun warga atau pengendara yang berusaha menolong.

netizen pun ramai memberikan komentar penuh emosi atas kejadian tersebut. 

banyak yang menyoroti kurangnya inisiatif warga di sekitar lokasi kejadian.

"fungsii mobil merah di samping buat apa ya?"

"agak curiga sama yg scoopy putih."

"segitu banyak orang ga ada satupun yg ngehadang."

"ya allah kenapa tidak ada yg menolong."

"keamanan mana keamanan."

"kayak hidup di negara tanpa polisi ya, siang bolong dijambret di tengah kota lho. pusat kota cuy."

unggahan tersebut telah mengundang ribuan reaksi, menandakan betapa seriusnya permasalahan keamanan di ruang publik dan empati sosial yang semakin menipis.

kapolsek sawah besar, kompol rahmat himawan, menyatakan bahwa hingga rabu (16/7/2025), pihaknya belum menerima laporan dari korban penjambretan tersebut.

"sampai saat ini belum ada laporan masuk terkait kejadian tersebut. tapi, saya sudah perintahkan untuk menyelidiki," ungkap rahmat.

pihak kepolisian pun belum bisa mengidentifikasi korban karena belum adanya laporan resmi.

"belum, karena korbannya kan belum laporan ke kita," tambahnya.

rahmat juga menjelaskan bahwa pihaknya telah sejak lama menempelkan imbauan di kawasan sekitar agar masyarakat waspada dalam menggunakan ponsel dan barang berharga di ruang terbuka.

"sudah menempelkan imbauan waspada penggunaan handphone di kementerian udah saya taruh, di istiqlal juga udah saya taruh. untuk pencegahan."

rahmat pun kembali menyerukan agar korban melapor agar proses penyelidikan bisa dilakukan secara formal dan menyeluruh.

"korban kami imbau melapor," tutupnya.

Tag
Share