bacakoran.co

Serangan Israel Picu Ketegangan: Suriah Siap Perang di Timur Tengah?

Serangan Israel Picu Ketegangan: Suriah Siap Perang di Timur Tengah?--SINDOnews.com

Gencatan senjata ini seharusnya menjadi titik balik menuju perdamaian, tetapi kenyataan berkata lain. 

Pada Kamis malam, bentrokan kembali pecah dan memicu kekhawatiran akan eskalasi yang lebih besar.

BACA JUGA:Syok! Erika Carlina Akui Sedang Hamil 9 Bulan di Sebuah Podcast, Begini Respon Orang Tuanya

BACA JUGA:Bantah Tudingan Netizen, DJ Panda Angkat Bicara Soal Kehamilan Erika Carlina!

Konflik yang kembali terjadi di Sweida menarik perhatian dari pihak Israel, yang menyatakan penolakan keras terhadap kemungkinan intervensi pemerintah Suriah yang saat ini dipimpin oleh kelompok Islamis. 

Israel mengklaim bahwa mereka tidak akan membiarkan pasukan Suriah bergerak ke wilayah selatan dan menyatakan kekhawatirannya terhadap ancaman terhadap komunitas Druze. 

Serangan dari Israel pun mulai dilancarkan, mencakup serangan ke posisi militer Suriah di Sweida, Kementerian Pertahanan Suriah, bahkan wilayah di dekat istana presiden di Damaskus.

Militer Israel kemudian meningkatkan intensitas serangan mereka pada malam hari, menuding bahwa para pemimpin baru Suriah adalah kelompok jihadis yang menyamar. 

BACA JUGA:Mengejutkan, Bos Bapanas Sebut Beras Oplosan Belum Tentu Jelek, Kok Bisa?

BACA JUGA:Ngaku Sering Live dan Pakai Bahasa Jawa, Sosok Ayah Anak Erika Carlina Terungkap?

Klaim tersebut dijadikan pembenaran oleh Tel Aviv untuk melindungi komunitas Druze, yang juga memiliki anggota minoritas di Israel. 

Dukungan terhadap komunitas tersebut menjadi alasan yang digunakan Israel untuk melegitimasi intervensi militer ke wilayah Suriah.

Namun, posisi Israel tidak sejalan dengan Amerika Serikat. 

Washington secara terbuka menyatakan bahwa mereka tidak mendukung serangan militer Israel terhadap Suriah. 

BACA JUGA:Curi Satu Karung Biji Kopi, Remaja Asal Lahat Diikat dan Dihakimi Massa

Serangan Israel Picu Ketegangan: Suriah Siap Perang di Timur Tengah?

Ayu

Ayu


bacakoran.co - pemerintah suriah kembali memberikan klarifikasi atas isu yang tengah bergulir mengenai kemungkinan pengerahan pasukan ke provinsi sweida.

sebuah wilayah di bagian selatan suriah yang belakangan ini mengalami lonjakan konflik antara dua kelompok etnis besar, yaitu suku druze dan bedouin. 

pertikaian antarkelompok ini tidak hanya menciptakan ketegangan lokal, tetapi juga memancing keterlibatan internasional, terutama dari israel.

yang mengambil langkah militer dengan menyerang beberapa titik penting di wilayah suriah, termasuk sweida dan damaskus.

pernyataan tegas dari pihak suriah disampaikan oleh juru bicara kementerian dalam negeri suriah, noureddin al baba, dalam wawancaranya dengan media lokal. 

baba dengan lugas membantah kabar yang menyebutkan bahwa pemerintah berencana melakukan pengerahan militer besar-besaran ke sweida. 

“pemerintah tidak bersiap untuk dikerahkan ke provinsi sweida,” ujar baba, dikutip bacakoran.co dari cnbc indonesia, sabtu (19/7). 

konflik di sweida bukanlah sesuatu yang baru. beberapa hari sebelumnya, wilayah tersebut telah menjadi ajang pertempuran sengit antara kelompok bersenjata druze dan bedouin. 

ketegangan yang meningkat sempat mendorong pihak pemerintah untuk mengirimkan pasukan ke daerah tersebut. 

namun, dengan tercapainya kesepakatan gencatan senjata, pasukan suriah ditarik mundur dari sweida. 

gencatan senjata ini seharusnya menjadi titik balik menuju perdamaian, tetapi kenyataan berkata lain. 

pada kamis malam, bentrokan kembali pecah dan memicu kekhawatiran akan eskalasi yang lebih besar.

konflik yang kembali terjadi di sweida menarik perhatian dari pihak israel, yang menyatakan penolakan keras terhadap kemungkinan intervensi pemerintah suriah yang saat ini dipimpin oleh kelompok islamis. 

israel mengklaim bahwa mereka tidak akan membiarkan pasukan suriah bergerak ke wilayah selatan dan menyatakan kekhawatirannya terhadap ancaman terhadap komunitas druze. 

serangan dari israel pun mulai dilancarkan, mencakup serangan ke posisi militer suriah di sweida, kementerian pertahanan suriah, bahkan wilayah di dekat istana presiden di damaskus.

militer israel kemudian meningkatkan intensitas serangan mereka pada malam hari, menuding bahwa para pemimpin baru suriah adalah kelompok jihadis yang menyamar. 

klaim tersebut dijadikan pembenaran oleh tel aviv untuk melindungi komunitas druze, yang juga memiliki anggota minoritas di israel. 

dukungan terhadap komunitas tersebut menjadi alasan yang digunakan israel untuk melegitimasi intervensi militer ke wilayah suriah.

namun, posisi israel tidak sejalan dengan amerika serikat. 

washington secara terbuka menyatakan bahwa mereka tidak mendukung serangan militer israel terhadap suriah. 

sebaliknya, as justru telah turut membantu menjaga stabilitas dengan menjadi mediator dalam proses gencatan senjata sebelumnya antara pasukan pemerintah suriah dan kelompok druze. 

dalam pernyataan yang dirilis gedung putih pada hari kamis, disebutkan bahwa gencatan senjata tersebut masih berlaku dan diharapkan bisa menjadi landasan untuk meredam kekerasan.

di tengah dinamika tersebut, presiden suriah ahmed al sharaa memberikan respons keras terhadap aksi israel. 

ia menuduh bahwa israel tengah berupaya memecah belah bangsa suriah dan mengacaukan harmoni nasional. 

sharaa menegaskan bahwa pemerintah suriah tidak akan tinggal diam dan berkomitmen untuk melindungi hak-hak komunitas druze di wilayahnya. 

selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjalin kerja sama dengan amerika serikat demi menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.

situasi di provinsi sweida mencerminkan kompleksitas hubungan antar kelompok etnis dan kekuatan politik di timur tengah. 

di satu sisi, konflik ini memperlihatkan betapa rapuhnya perdamaian dalam negara yang dilanda perang bertahun-tahun. 

di sisi lain, keterlibatan asing seperti israel dan amerika serikat menambah lapisan geopolitik yang bisa memperpanjang krisis jika tidak ditangani dengan bijaksana.

Tag
Share