Kopdes Merah Putih di Tuban Tutup Setelah Sehari Diresmikan Prabowo, Mitra Tarik Seluruh Barang
Kopdes Merah Putih Tuban tutup sehari usai diresmikan Presiden Prabowo/Kolase Bacakoran.co--Instagram @lambe_turah
“Kami telah memberikan banyak kontribusi dalam proses perencanaan, pendirian, pengurusan legalitas, kegiatan operasional. Tapi itu semua tidak diakui,” tegas Anas dalam keterangannya kepada media, Rabu (23/7).
Pihak PPSD pun memutuskan untuk menarik seluruh barang dagangan dan membongkar properti gerai termasuk papan nama bergambar Presiden Prabowo.
Hal ini resmi tertuang dalam surat pemutusan kerja sama bernomor 002/032/Perkom-PPSD/VII/2025.
BACA JUGA:Koperasi Zaman Now! QRIS Jadi Syarat Wajib di Koperasi Desa Merah Putih
Kepala Desa Pucangan Minta Maaf dan Klarifikasi
Kepala Desa Pucangan, Santiko, yang juga menjabat Ketua Pengawas KDMP, menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut.
Ia mengaku gugup saat berdialog langsung bersama Presiden, sehingga lupa menyebut peran penting PPSD.
“Mereka bicara ke kami gugup, sehingga tidak menyebutkan support kami, tapi anehnya malah menyebutkan dukungan dari BUMN, padahal sejatinya tidak ada,” imbuh Anas.
Santiko berharap kerja sama dapat terjalin kembali demi kelangsungan KDMP di desa Pucangan.
Ia menekankan bahwa koperasi tersebut telah berjalan hampir dua tahun dan memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi desa.
BACA JUGA:Usai Cairkan Cek Ratusan Juta ke Bank, Bendahara Koperasi PTP Minanga Ogan 'Hilang'
BACA JUGA:Langsung Tancap Gas, Program Koperasi Desa Merah Putih Mulai Bergerak, Garut Jadi Blue Print
“Ke depan kami harap bisa kembali dilengkapi dan diperkuat,” ujarnya.
Kejadian ini memicu beragam reaksi publik di media sosial.
Banyak netizen menyuarakan kekecewaan atas dinamika yang dianggap mencerminkan kurangnya profesionalitas dan transparansi.