bacakoran.co - desa sumber tumpuk di kecamatan beji, pasuruan, kini menjadi sorotan berkat instalasi warna-warni yang mempesona.
setiap malam, ribuan ini menghiasi jalan desa, menciptakan pemandangan bak lautan bercahaya di daratan.
melansir dari video youtube tvonenews, inisiatif kreatif warga ini bukan hanya meriahkan suasana, tapi juga mempererat persatuan dan meningkatkan daya tarik wisata lokal.
kisah di balik lampion ubur-ubur
warga desa sumber tumpuk membuat lebih dari seribu lampion berbentuk ubur-ubur dari bahan daur ulang, seperti botol plastik dan kertas tisu.
instalasi dipasang sepanjang jalan utama desa untuk meramaikan perayaan republik indonesia.
cahaya lampion yang terpendar dengan gradasi biru, merah, hijau, dan kuning berhasil menarik perhatian penduduk sekitar hingga wisatawan mancanegara.
lokasi dan waktu terbaik
desa sumber tumpuk terletak di gununggangsir, beji, pasuruan. aksesnya yang begitu mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi ataupun ojek online dari pusat kota pasuruan.
lampion ubur-ubur ini yang paling memukau saat pukul 18.00–21.00 wib, ketika matahari mulai terbenam dan juga suasana malam hari baru saja menyapa.
disarankan datang pada akhir pekan untuk menikmati keramaian dan berbagai stan kuliner lokal.
proses kreatif warga
1. pengumpulan bahan warga memungut botol plastik bekas, tas kresek, serta kertas tisu untuk dijadikan ‘tubuh’ ubur-ubur.
2. perakitan dan juga pewarnaan kerangka diproses juga dengan kawat tipis, kemudian dilapisi sebuahkertas warna-warni menggunakan teknik decoupage.
3. pemasangan lampu lampu led warna-warni dipasang di dalam setiap lampion, menciptakan efek mengambang yang magis.
proses kreatif ini melibatkan hampir seluruh lapisan masyarakat, dari anak-anak hingga lansia, sehingga memupuk rasa kebersamaan.
makna sosial dan budaya
dekorasi lampion ubur-ubur bukan sekadar hiasan.
aktivitas ini menjadi sarana edukasi tentang pentingnya lingkungan dan daur ulang.
warga belajar mengubah limbah plastik menjadi karya seni yang bernilai ekonomis dan estetik.
selain itu, gotong royong saat pembuatan menghidupkan kembali tradisi kerjasama desa yang mulai pudar.
peningkatan daya tarik wisata
keindahan lampion ubur-ubur di sumber tumpuk kini jadi magnet wisata baru di pasuruan.
dampaknya terbukti pada meningkatnya jumlah pengunjung di kawasan alun-alun pasuruan yang juga dihiasi lampu warna-warni sebagai bagian dari proyek csr pemerintah kota.
pelaku usaha mikro, seperti pedagang kuliner dan kerajinan tangan, merasakan manfaat langsung dari lonjakan wisatawan.
tips mengunjungi lampion ubur-ubur
- pakailah alas kaki nyaman, karena anda akan berjalan di jalan desa beraspal dan tanah.
- bawa kamera dengan mode malam (night mode) untuk hasil foto optimal.
- cicipi kuliner khas pasuruan, seperti lumpia udang dan bakso malang.
- hormati jadwal warga setempat dan jangan mengganggu proses pemasangan lampion.
warna-warni dari lampion ubur-ubur di pasuruan bukan sekadar atraksi visual, melainkan simbol kreativitas, kebersamaan, dan juga kepedulian lingkungan.
ini adalah sebuah contoh apik bagaimana kolaborasi warga, pemerintah, dan juga pihak swasta dapat menciptakan gagasan inovatif yang memicu pertumbuhan ekonomi lokal.
saat kalian merencanakan kunjungan ke pasuruan, pastikan desa sumber tumpuk masuk dalam daftar destinasi wajib.