Bikin Gaduh ini Modus Jual Beli Rekening Bank di Medsos, Yuk Ketahui Jangan Sampai Tertipu
Heboh skandal Grup Facebook jual Rekening secara online--Facebook
2. Penggunaan Identitas Palsu
Data KTP orang lain digunakan untuk mendaftar nomor ponsel atau akun media sosial, yang kemudian dipakai untuk transaksi ilegal.
3. Penyalahgunaan Akun KYC
Dalam industri kripto, akun yang sudah terverifikasi (Know Your Customer) dijual di media sosial, meningkatkan risiko penipuan dan pencucian uang.
BACA JUGA:Agensi Zhao Lusi Klaim Prioritaskan Kesehatan Aktris, Ungkap Alasan di Balik Penghentian Syuting
BACA JUGA:Sidang Kasus Pemerasan Nikita Mirzani Diskors: Kericuhan Pecah Saat JPU Hadirkan Saksi, Kenapa?
Menurut OCBC Bank, jual beli rekening bank adalah tindakan ilegal yang berbahaya terutama bagi penjual rekening, karena dapat menjerat mereka dalam kasus pidana seperti penipuan, pencucian uang atau pendanaan terorisme.
Konsekuensi hukumnya bisa berupa denda hingga penjara, sesuai dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan regulasi anti-pencucian uang.
Fenomena ini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.
PPATK mencatat bahwa dana bansos sebesar Rp2,1 triliun mengendap di lebih dari 10 juta rekening yang tidak aktif, yang berpotensi disalahgunakan untuk aktivitas ilegal.
Selain itu, rendahnya literasi keuangan, yang menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hanya mencapai sekitar 60%, memperparah masalah ini.
BACA JUGA:Terungkap! Lisa Mariana Jalani Test DNA dengan Ridwan Kamil, Ungkap Bawa Anak dalam Mobil
BACA JUGA:Kebakaran Terbesar dalam 8 Dekade, 15.000 Hektare Hutan di Prancis Ludes, Ini Pemicunya!
Tanggapan Netizen di Media Sosial
"rekening yg mencuriga kan ya sila kan di cek tapi jangan mengganggu rekening yg lain dong," @kilik_panji.
"Terutama ewallet. Pernah ada yang tawar 200K ewallet DANA PREMIUM," tulis @ilyasss_.