Muncul Ditengah Lautan Massa Berdemo, Bupati Pati Sudewo Ucapkan Permohonan Maaf, Begini!
Bupati Pati Sudewo Muncul Ditengah Lautan Massa di Depan Kantornya--DetikNews
Dalam sidang yang berlangsung hari ini, DPRD Pati sepakat untuk melaksanakan hak angket serta membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna menyelidiki kebijakan Bupati Sudewo.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tekanan massa yang menuntut pemakzulan bupati akibat berbagai kontroversi kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat.
Atas aksi demo pati 13 agustus dikabarkan menelan korban jiwa ada tiga orang yang meningga dunia.
Kabar tersebut diungkapkan saat gelar rapat paripurna di DPRD Pati pada 13.00 WIB.
BACA JUGA:Desak Bupati Mundur! Ini Isi Tuntutan Demo Pati 13 Agustus Diperkirakan Capai 100 Ribu Orang
BACA JUGA:Murka, Korut Kecam Keras Keinginan Netanyahu untuk Kuasai Seluruh Gaza: Melanggar Hukum
Netizen yang mengikuti demo pati pun ikut mengonfirmasi kabar tersebut.
"Pati berduka 3 orang meninggal saat aksi demo,info valid dari lapangan ! B*ngsat sudewo ! 1 indonesia siap membela masyarakat pati," tulis @BagassANT.
Kabarnya ada 3 korban dlm aksi demo rakyat pati tolak kenaikan PBB 250 % bupati sudewo
“ sampe sekarang grombolan orang bodoh berseragam tidak pernah belajar soal pengunaan gas air mata di kerumunan “#Patimelawan rabu 13 agustus pic.twitter.com/4Q36kDKVUN — ilham wahyu saputra (@ilhampid) August 13, 2025
Sejak beberapa waktu terakhir, Kabupaten Pati diguncang oleh aksi demonstrasi yang dilakukan warga.
Massa menuntut Bupati Sudewo mundur dari jabatannya akibat kebijakan kontroversial, seperti kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 250% yang sempat dibatalkan namun tetap memicu kemarahan publik.
Hal ini semakin memperkuat desakan masyarakat untuk segera memakzulkan bupati.
BACA JUGA:Sejarah Kelam Korea Selatan! Resmi Ditahan, Eks Ibu Negara Susul Suami ke Penjara
BACA JUGA:Heboh Warung di Mojokerto Berantakan Gegara Sound Horeg, Pemilik Warung Klarifikasi: Gak Ada Masalah
Tekanan dari warga tidak hanya terlihat di jalanan, tetapi juga memengaruhi jalannya sidang paripurna DPRD Pati. Banyak warga yang hadir langsung di gedung dewan untuk memastikan aspirasi mereka didengar.
Suasana tegang pun terasa, namun DPRD tampak responsif dengan mengambil langkah konkret melalui hak angket dan pembentukan Pansus.