bacakoran.co

Bareskrim Pastikan Stok Beras Nasional Aman, Produksi Tetap Berjalan

Bareskrim pastikan stok beras nasional aman, produksi tetap berjalan--

BACAKORAN.CO — Setelah sempat terjadi kelangkaan beras di sejumlah wilayah, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri memastikan bahwa pasokan beras kini telah kembali stabil.

Brigjen Pol Helfi Assegaf menyatakan bahwa distribusi beras sudah terkendali dan masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan stok.

“Kemarin memang sempat ada kelangkaan, tapi sekarang sudah terisi,” ujar Helfi kepada awak media.

Terkait penyitaan mesin produksi milik PT Food Station (FS) dan PT PIM dalam kasus beras premium tidak sesuai standar, Helfi menegaskan bahwa meski mesin tersebut disita sebagai barang bukti, penggunaannya untuk produksi tetap diperbolehkan.

“Barang bukti disita, tapi boleh digunakan untuk produksi. Kami tidak melarang,” jelasnya.

BACA JUGA:Pengusaha Diminta Lepas Stok Beras ke Pasar Mulai Hari Ini, Bapanas: Kalau Tak Melanggar, Kenapa Takut?

BACA JUGA:Kategori Beras Premium dan Medium Mau Dihapus,Harga Siap-siap Melejit?

Langkah ini diambil untuk memastikan kelangsungan produksi beras dan menjaga stabilitas pasokan, terutama di wilayah DKI Jakarta.

Gubernur Pramono Anung juga telah berkoordinasi dengan Bareskrim agar alat produksi tidak menghambat operasional perusahaan penyedia beras utama ibu kota.

Dalam penyidikan yang dilakukan Satgas Pangan Polri, ditemukan bahwa dari 268 sampel beras dari 212 merek yang diuji di 10 provinsi, sebanyak 232 sampel (189 merek) tidak memenuhi standar mutu dan takaran sesuai SNI Beras Premium Nomor 6128:2020.

Lima merek beras produksi PT FS yang terbukti tidak sesuai standar adalah yaitu Sentra Ramos Merah,  Sentra Ramos Biru, Sentra Pulen, Sania, dan Jelita.

BACA JUGA:Viral! Pemuda di Muarojambi Diciduk Polisi Akibat Pasang Bendera One Piece di Mobil Pikap

BACA JUGA:Israel Ingin Bangun 3 Ribu Rumah di Tepi Barat, Jerman Menolak Keras dan Serukan Stop!

Temuan ini diperkuat oleh hasil uji laboratorium dari Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Pascapanen Kementerian Pertanian RI.

Bareskrim Pastikan Stok Beras Nasional Aman, Produksi Tetap Berjalan

Melly

Melly


bacakoran.co — setelah sempat terjadi kelangkaan beras di sejumlah wilayah, direktorat tindak pidana ekonomi khusus (dirtipideksus) bareskrim polri memastikan bahwa pasokan beras kini telah kembali stabil.

brigjen pol helfi assegaf menyatakan bahwa distribusi beras sudah terkendali dan masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan stok.

“kemarin memang sempat ada kelangkaan, tapi sekarang sudah terisi,” ujar helfi kepada awak media.

terkait penyitaan mesin produksi milik pt food station (fs) dan pt pim dalam kasus beras premium tidak sesuai standar, helfi menegaskan bahwa meski mesin tersebut disita sebagai barang bukti, penggunaannya untuk produksi tetap diperbolehkan.

“barang bukti disita, tapi boleh digunakan untuk produksi. kami tidak melarang,” jelasnya.

langkah ini diambil untuk memastikan kelangsungan produksi beras dan menjaga stabilitas pasokan, terutama di wilayah dki jakarta.

gubernur pramono anung juga telah berkoordinasi dengan bareskrim agar alat produksi tidak menghambat operasional perusahaan penyedia beras utama ibu kota.

dalam penyidikan yang dilakukan satgas pangan polri, ditemukan bahwa dari 268 sampel beras dari 212 merek yang diuji di 10 provinsi, sebanyak 232 sampel (189 merek) tidak memenuhi standar mutu dan takaran sesuai sni beras premium nomor 6128:2020.

lima merek beras produksi pt fs yang terbukti tidak sesuai standar adalah yaitu sentra ramos merah,  sentra ramos biru, sentra pulen, sania, dan jelita.

temuan ini diperkuat oleh hasil uji laboratorium dari balai besar pengujian standar instrumen pascapanen kementerian pertanian ri.

bareskrim telah menetapkan enam tersangka dalam kasus ini.

tiga di antaranya berasal dari pt pim yaitu s (presdir pt pim) , ai (kepala pabrik pt pim), dan do (kepala quality control pt pim).

tiga tersangka lainnya berasal dari pt fs, termasuk direktur utama, direktur operasional, dan kepala seksi quality control.

penyidik juga menemukan dokumen internal berupa instruksi kerja dan notulen rapat yang mengindikasikan bahwa penurunan standar mutu dilakukan secara sengaja oleh pihak perusahaan.

meski kasus beras oplosan masih dalam proses hukum, bareskrim polri memastikan bahwa produksi tetap berjalan dan stok beras nasional aman.

penggunaan mesin produksi yang disita sebagai barang bukti tetap diperbolehkan demi menjaga pasokan pangan, dengan pengawasan ketat agar mutu beras sesuai standar.

Tag
Share