Ukraina Pamer Rudal Jelajah Flamingo FP-5, Jangkauan 3.000 km & Warhead 1.150 kg
Ukraina pamer rudal jelajah flamingo FP-5, jangkauan 3.000 km & warhead 1.150 kg--
Terekh mengaku awalnya tidak bermaksud memublikasikannya, namun “waktunya sudah tepat” untuk menunjukkan kekuatan lokal kepada dunia.
Meskipun sepenuhnya dirakit di Ukraina, proyek Flamingo mendapat pendanaan dan teknologi dari mitra Barat.
Uni Eropa memasok sebagian dana pengembangan, sementara Amerika Serikat menyediakan dukungan intelijen dan perangkat navigasi canggih.
Langkah ini sejalan dengan arahan beberapa pemimpin global agar Kyiv memperkuat kemampuan menyerang untuk menekan invasi Rusia.
Media pemerintah Rusia, TASS, menuduh desain Flamingo meniru teknologi rudal Inggris–Prancis dan Uni Emirat Arab.
Terekh mengecam tuduhan itu sebagai tanda ketakutan Moskow: “Mereka hanya kebakaran jenggot,” ujarnya sinis.
Ukraina menegaskan tidak ada unsur impor teknologi rahasia—semua komponen utama didesain dan dirakit di pabrik Fire Point.
Dengan jangkauan 3.000 km, Flamingo bisa menempatkan hampir seluruh wilayah Rusia—termasuk Moskow, St. Petersburg, hingga Siberia—dalam ancaman serangan presisi.
Senjata ini diyakini akan memperluas area serangan strategis Ukraina, setelah sebelumnya sukses menggunakan Neptune R-360 untuk mengganggu kilang minyak Rusia selama tiga hari berturut-turut.
Zelensky mengungkap bahwa Kyiv menargetkan memiliki “ratusan unit Flamingo” pada Desember 2025, tanpa merinci angka spesifik.
BACA JUGA:Undang Akademis yang Pro Israel, UI Ucapkan Permohonan Maaf: Kurang Hati-hati