Terapis Muda Tewas di Jaksel: 15 Saksi Diperiksa, Tapi Misteri Belum Terpecahkan!
Kasus kematian tragis seorang terapis perempuan berinisial RTA di kawasan Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, terus menjadi sorotan publik.--Liputan6.com
“Itu baru informasi dari pelapor, dari keluarga korban. Kita akan dalami apakah benar atau tidak,” tegasnya.
Penyelidikan juga mengarah pada dugaan eksploitasi anak dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
BACA JUGA:Nyerah, Keluarga Kecewa Terkait Kasus Dugaan Pengedaran Narkoba Ammar Zoni di Lapas Salemba: Pusing!
Polisi mengacu pada Pasal 2 Undang-Undang TPPO serta Undang-Undang Perlindungan Anak dalam menangani kasus ini.
“Kita harus pastikan apakah korban menggunakan identitas asli saat mendaftar, dan apakah ada unsur eksploitasi anak di dalamnya,” tambah Nicolas.
Hingga saat ini, setidaknya 15 orang saksi telah diperiksa oleh penyidik. Mereka terdiri dari rekan kerja korban sesama terapis, pihak manajemen tempat kerja, serta petugas keamanan yang berada di sekitar lokasi.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengumpulkan informasi selengkap mungkin guna mengungkap fakta di balik kematian korban.
BACA JUGA:Kebakaran Hebat Landa Pabrik Sampoerna Kayoe di KIT Batang, Kerugian Capai Ratusan Juta
BACA JUGA:Marak Keracunan, BGB Terjunkan 5.000 Chef Profesional untuk Olah Dapur MBG: Mulai Senin!
Sementara itu, Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Igo Fazar Akbar, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan mayat perempuan di belakang gedung TIKI.
Saat dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban, termasuk di bagian dagu, tangan kiri yang lecet, dan perut.
Namun, belum dapat dipastikan apakah luka-luka tersebut merupakan penyebab kematian atau akibat lain yang terjadi sebelum atau sesudah kematian.
Kanit PPA Polres Jakarta Selatan, AKP Citra Ayu Civilia, juga menambahkan bahwa berdasarkan pendampingan saat proses otopsi, korban dipastikan tidak dalam keadaan hamil.
BACA JUGA: Biden Akui Kanker Prostat Menyebar ke Tulang, Kini Jalani Terapi Hormon Demi Bertahan Hidup