Yusuf Mansur Dituding Jual Doa, Klarifikasinya Malah Bikin Heboh!
Yusuf Mansyur beri klarifikasi terkait tudingan jual doa--Kaltim Post
BACAKORAN.CO - Nama pendakwah kondang Yusuf Mansur kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video viral di media sosial memicu kontroversi.
Dalam video tersebut, Yusuf terlihat sedang melakukan siaran langsung di sebuah platform digital, mengajak para penonton untuk berdonasi.
Namun yang menjadi perdebatan adalah ucapannya yang menyebut akan mendoakan secara khusus bagi mereka yang menyumbang dalam jumlah besar.
“Belum ada yang Rp10 juta ini? Ada yang Rp10 juta saya Fatihah khusus nih. Bismillah di-Fatihah-in sama 500 orang, yang Rp10 juta, besok Senin eksekusi. Bismillah atas nama orang tua dan keluarga,” ucap Yusuf dalam video yang beredar luas.
BACA JUGA:Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Nadiem Makarim, Penetapan Tersangka Dinyatakan Sah
BACA JUGA:Fantastis, Anak Riza Chalid Kerry Adrianto CS Telah Didakwa Rugikan Negera Senilai Rp 285,1 Triliun!
Potongan video itu langsung memicu reaksi keras dari netizen. Banyak yang menilai Yusuf Mansur seolah membuka “jasa jual doa”, di mana doa menjadi komoditas yang bisa dibeli dengan nominal tertentu.
Tuduhan ini pun menyebar cepat, memunculkan berbagai opini dan kritik tajam terhadap sang ustaz.
Menanggapi isu tersebut, Yusuf Mansur akhirnya buka suara melalui akun Instagram pribadinya.
Dalam unggahan video klarifikasi, ia membantah tudingan bahwa dirinya menjual doa. Dengan nada santai dan diselingi tawa, Yusuf justru menyindir balik narasi yang berkembang.
BACA JUGA:Praperadilan Ditolak, Kejagung Pastikan Penahanan Nadiem Sah dalam Kasus Korupsi Laptop!
BACA JUGA:Akhir dari Sidang Praperadilan Nadiem Makarim: Hakim Tolak Gugatan, Keluarga Kecewa Berat!
“Misalkan kayak doa, isu doa saya narifin Rp1, Rp2 sampai Rp10 juta bahkan Rp20 juta, nah itu nggak bener. Yang bener Rp20 miliar,” ujar Yusuf sambil tertawa, mencoba meredakan ketegangan dengan candaan.
Meski begitu, Yusuf tidak menampik bahwa ucapannya bisa saja menimbulkan kesalahpahaman.