Apakah Keramas Saat Menstruasi Aman Dilakukan? Simak Penjelasan Medis dari dr Boyke
dr Boyke jelaskan bahwa keramas saat haid aman dan wajib. --Freepik.com
Yang lebih penting adalah memperhatikan asupan gizi agar daya tahan tubuh tetap optimal selama periode menstruasi.
Pemicu Anak SD Sudah Menstruasi
BACA JUGA:Berikut 6 Bahaya dan Dampak Buruk Konsumsi Minuman Berkafein Saat Hari Pertama Menstruasi!
BACA JUGA:Wanita yang Menstruasi Wajib Terapkan 7 Amalan Islami Berikut, Simak Disini!
Fenomena anak perempuan mengalami menstruasi di usia yang semakin muda kini menjadi perhatian serius bagi orangtua dan tenaga pendidik.
Jika dulu menstruasi pertama terjadi di usia 13–14 tahun saat duduk di bangku SMP, kini banyak anak SD yang sudah mengalaminya di usia 9–11 tahun.
Dalam unggahan video di Instagram, dr Boyke mengungkapkan bahwa ada tiga faktor utama yang menyebabkan anak-anak zaman sekarang mengalami pubertas lebih dini:
1. Peningkatan Kualitas Gizi
“Gizi kita sekarang jauh lebih baik. Anak-anak makan lebih teratur, asupan protein lebih tinggi, dan kondisi kemakmuran juga meningkat,” ujarnya.
Gizi yang baik mempercepat pertumbuhan fisik dan hormonal, termasuk pematangan sistem reproduksi.
Hal ini membuat anak perempuan mengalami menstruasi lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya.
2. Paparan Media yang Merangsang
BACA JUGA:Amalan Jalur Langit Saat Haid agar Tetap Dekat dengan Allah!
BACA JUGA:Tanpa Salat dan Puasa, Ini 4 Amalan Malam Lailatul Qadar untuk Perempuan Haid ala Ustaz Adi Hidayat!
“Anak-anak sekarang sering melihat gambar laki-laki tanpa baju, model dengan pakaian minim, atau adegan romantis di film dan media sosial. Itu semua bisa merangsang otak mereka berkembang lebih cepat,” jelasnya.
Paparan konten sensual, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat memicu ketertarikan seksual dan mempercepat proses pubertas.
Bahkan interaksi antar lawan jenis yang ditampilkan dalam film remaja bisa memengaruhi psikologis anak.
3. Perubahan Budaya dan Minimnya Edukasi Seksual
“Kalau dulu tabu, sekarang anak bisa tanya langsung ke orangtua atau cari tahu sendiri. Tapi kalau tidak diberi pendidikan seks yang benar, mereka bisa salah arah,” tegas dr Boyke.