bacakoran.co — warga kelurahan panderejo, kecamatan banyuwangi, diguncang oleh peristiwa tragis yang terjadi pada senin pagi, 20 oktober 2025.
seorang pria berinisial g, yang diketahui merupakan pegawai sebuah perusahaan di sektor keuangan, nekat istrinya sendiri, dian (50), dengan sebilah pisau dapur.
peristiwa pembunuhan dalam rumah tangga ini terjadi sekitar pukul 09.30 wib dan langsung menggegerkan lingkungan sekitar.
korban yang merupakan karyawan ternama di banyuwangi, dilaporkan tewas di tempat akibat luka tusukan di bagian dada.
jenazah dian kemudian dibawa ke rsud blambangan untuk proses otopsi dan penanganan lebih lanjut.
kronologi kejadian dan penanganan polisi
kapolresta banyuwangi membenarkan bahwa pelaku telah diamankan di mapolresta banyuwangi dan tengah menjalani proses hukum.
polisi masih mendalami motif di balik aksi kekerasan dalam rumah tangga (kdrt) yang berujung maut ini.
lurah panderejo, much safii, menyampaikan bahwa kabar pembunuhan tersebut diterima sekitar pukul 09.30 wib.
“kasusnya saat ini tengah ditangani oleh pihak kepolisian,” kata safii, senin (20/10/2025).
menurut safii, pasangan suami istri tersebut dikenal sebagai keluarga yang baik dan tidak pernah menunjukkan tanda-tanda keretakan rumah tangga.
“mereka baik-baik saja selama ini. yang suami kerja di pegadaian, yang perempuan di bca. aktivitas mereka sehari-hari bekerja berangkat pagi, pulang sore,” tambahnya.
ketua rt setempat, deni tri rahayu, juga mengungkapkan hal serupa. ia mengatakan bahwa pasangan tersebut dikenal sangat harmonis dan aktif dalam kegiatan sosial.
“selama ini kami mengenalnya sebagai pasangan yang harmonis. warga enggak pernah dengar cekcok atau ribut-ribut,” ungkap deni saat diwawancarai.
sosok korban dan kondisi keluarga
dian, korban dalam peristiwa ini, dikenal sebagai sosok yang ramah dan aktif dalam kegiatan sosial seperti pkk dan pengajian malam jumat.
ia disebut-sebut akan pensiun dari pekerjaannya di bank dalam dua tahun ke depan.
“orangnya baik, ramah, selalu aktif ikut kegiatan. kalau ada pengajian atau acara pkk, pasti datang,” tambah deni.
pasangan ini diketahui memiliki tiga orang anak.
anak pertama sedang menempuh pendidikan di luar kota, anak kedua bersekolah di salah satu smk di banyuwangi, dan anak ketiga masih duduk di bangku smp.
di rumah tersebut, mereka tinggal berempat bersama anak kedua dan bungsu.
hingga kini belum diketahui apakah kedua anak tersebut berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
secara ekonomi, keluarga ini tergolong berkecukupan.
kedua orangtua bekerja dan memiliki rutinitas yang stabil.
hal ini membuat warga semakin terkejut dengan peristiwa yang terjadi.
motif masih diselidiki, warga minta pendampingan psikologis
hingga saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki motif di balik tindakan pelaku.
apakah ada tekanan psikologis, masalah rumah tangga yang tersembunyi, atau faktor lain yang memicu aksi nekat tersebut.
warga sekitar berharap agar anak-anak korban mendapatkan pendampingan psikologis dan perlindungan hukum yang layak.
mereka juga meminta agar kasus ini ditangani secara transparan dan menyeluruh oleh aparat penegak hukum.
peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya deteksi dini terhadap potensi konflik dalam rumah tangga, meskipun dari luar tampak harmonis.
pemerintah daerah dan lembaga sosial diharapkan dapat memperkuat edukasi tentang kesehatan mental, komunikasi keluarga, dan penanganan kdrt agar tragedi serupa tidak terulang.