Heboh! Air Hujan di Jakarta Tercemar Mikroplastik, Menkes Imbau Warga Pakai Masker
Air Hujan di Jakarta Tercemar Mikroplastik--Freepik.com
BACA JUGA:Wow! Uang Rp 2 M di Kantong Plastik Disita Kejagung saat Geledah Rumah Dirut Sritex
"Kami segera untuk hal yang berkaitan dengan plastik, terus terang untuk PLTSA dan sebagainya akan segera kita realisasikan. Tetapi saya setuju bahwa memang untuk pencegahan di awal, masyarakat harus prepare untuk menggunakan masker," kata Pramono.
Ia juga menyebut bahwa kualitas udara Jakarta dalam beberapa hari terakhir menunjukkan perbaikan, meski tantangan pencemaran mikroplastik masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Sementara itu, peneliti BRIN Muhammad Reza Cordova mengungkap bahwa kadar mikroplastik dalam air hujan di Muara Angke, Jakarta Utara, meningkat drastis dalam tujuh tahun terakhir.
“Dari hasil penelitian, ditemukan rata-rata 15 partikel mikroplastik per meter persegi per hari. Partikel ini berasal dari pembakaran plastik dan bahan sintetis yang kemudian terbawa udara dan turun bersama hujan,” jelas Reza.
Ia menambahkan bahwa mikroplastik dapat terangkat ke atmosfer melalui debu jalanan, asap pembakaran, dan aktivitas industri.
BACA JUGA:Miris! Pantai Jakarta Utara Dikepung Sampah Plastik, Surga Lautan Berubah Jadi Tempat Sampah
Setelah terbawa angin, partikel tersebut kembali ke permukaan bersama hujan dalam proses yang dikenal sebagai atmospheric microplastic deposition.
Risiko meningkat ketika partikel yang telah mengendap mengering dan kembali melayang di udara, berpotensi terhirup oleh manusia.
"Semua orang berisiko apabila terhirup mikroplastik pada saluran napas dan paru. Tentunya orang dengan kondisi tertentu memiliki risiko lebih tinggi, seperti orang tua, orang dengan komorbid penyakit paru seperti asma, PPOK, atau dengan komorbid lain seperti jantung, diabetes," ucapnya dilansir Bacakoran.co dari detikNews.
Temuan ini menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan, bahwa pengendalian polusi plastik bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.