Jangan Sepelekan Hidung Tersumbat saat Pilek, Ternyata Penyebab dan Solusinya!
Hidung tersumbat bisa disebabkan oleh polip atau pembengkakan konka. Kenali gejalanya dan kapan harus periksa ke dokter agar napas kembali lega.--Freepik.com
Walaupun terlihat ringan, hidung tersumbat yang berlangsung lama tidak boleh diabaikan.
BACA JUGA:Cara Ampuh Mengatasi Batuk, Pilek, dan Demam dengan Resep Dr. Zaidul Akbar, Kuy Kita Coba!
Jika disertai dengan gejala seperti nyeri di area wajah, gangguan tidur, atau hilangnya kemampuan mencium aroma, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter spesialis THT untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai.
Menurut Mayo Clinic, polip hidung bisa dialami oleh siapa saja, meski lebih umum terjadi pada orang dewasa dan usia paruh baya. Pengobatan biasanya dilakukan dengan pemberian obat untuk mengecilkan polip.
Namun, polip bisa tumbuh kembali setelah terapi.
Jika ukurannya terlalu besar dan mengganggu, tindakan operasi mungkin diperlukan untuk mengangkatnya.
Kondisi ini sering dikaitkan dengan sinusitis kronis, yaitu peradangan yang berlangsung lebih dari 12 minggu. Dalam kasus seperti ini, polip bisa muncul lebih dari satu dan menyebabkan berbagai gejala, seperti:
BACA JUGA:Waspada! Kasus Influenza Melonjak 55%, Pakar Bilang Jangan Anggap Sepele, Kenapa?
BACA JUGA:6 Tanaman Herbal Ampuh Atasi Flu dan Batuk yang Jarang Diketahui Orang
- Hidung berair dan tersumbat
- Lendir yang mengalir ke tenggorokan
- Kehilangan indra pencium dan perasa
- Nyeri wajah atau sakit kepala
- Nyeri gusi
- Tekanan di area dahi dan wajah
- Mendengkur saat tidur
Selain polip, pembengkakan konka juga dikenal dengan istilah hipertrofi turbinat.
Konka memiliki peran penting dalam menyaring dan mengatur suhu udara yang masuk ke tubuh.
Menurut Healthline, jumlah konka pada setiap individu bisa berbeda—ada yang memiliki tiga, ada pula yang memiliki empat.
Secara umum, konka dibagi menjadi tiga bagian: superior (bagian atas), medius (bagian tengah), dan inferior (bagian bawah dekat lubang hidung).
Pembengkakan paling sering terjadi pada konka inferior dan medius.