Kasus Beras Ilegal Sabang: 250 Ton Disita, Menkeu Purbaya Ancam Hukuman Bea Cukai
Kasus Beras Ilegal Sabang: 250 Ton Disita, Menkeu Purbaya Ancam Hukuman Bea Cukai --Tribunnews.com
BACAKORAN.CO - Pemerintah Indonesia saat ini tengah melakukan penyelidikan serius terkait keberadaan 250 ton beras impor yang diduga kuat berasal dari Thailand dan Vietnam.
Beras tersebut masuk ke Kota Sabang, Aceh, melalui jalur yang tidak resmi dan tanpa izin dari pemerintah pusat.
Fakta ini menimbulkan kegaduhan besar karena Sabang dikenal sebagai kawasan perdagangan bebas, namun tetap memiliki aturan ketat terhadap komoditas pangan strategis seperti beras.
Informasi awal mengenai temuan ini disampaikan langsung oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
BACA JUGA:Imbas Tumbler Tuku Hilang di KRL, Anita Sang Pemilik Berujung Dipecat oleh Perusahaan!
BACA JUGA:Nasron Diduga Lakukan Tindakan Tidak Senonoh Terhadap Balitas Anak Tetangganya
Ia menegaskan bahwa laporan masuk sekitar pukul dua siang, menyebutkan adanya pemasukan beras dalam jumlah besar ke Sabang tanpa persetujuan kementerian terkait.
Menurut Amran, meskipun Sabang memiliki status perdagangan bebas, komoditas pangan tetap wajib melalui prosedur resmi, termasuk rekomendasi dari kementerian.
Gudang penyimpanan beras ilegal tersebut, yang dimiliki PT Multazam Sabang Group (MSG), segera ditutup dan beras disegel agar tidak beredar ke masyarakat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turut angkat bicara. Ia memastikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai akan turun langsung menelusuri jalur masuk beras tersebut.
BACA JUGA:Yayasan Babah Alun Dilaporkan ke Ombudsman, Ahli Waris Klaim Ada Maladministrasi Rp28 Miliar
BACA JUGA:Memuncak! Ini Alasan Asli Insanul Fahmi Menikahi Inara Rusli: Demi Cegah Fitnah
Dalam pernyataannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis, 27 November 2025, Purbaya menegaskan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh.
“Kami akan periksa asal-usul beras itu. Jika terbukti ada pelanggaran, saya akan meminta pertanggungjawaban bawahan saya. Data lengkapnya belum saya terima, tetapi penyelidikan pasti dilakukan,” ujarnya.