Tahun Baru Masehi vs Hijriyah! Penjelasan dari Ustadzah Halimah Alaydrus
Tahun Baru Masehi selalu menjadi perbincangan hangat di seluruh dunia, lihat bagaimana pandangan Islam terhadapnya. --Tiktok-@hijrahistiqomahislami
BACAKORAN.CO - Perayaan Tahun baru Masehi menjadi momen yang dinanti banyak orang di seluruh dunia.
Namun, bagaimana pandangan Islam terhadap tahun ini?
Melansir dari video tiktok @hijrahistiqomahislami, menjelaskan secara jelas tentang Tahun Baru Masehi, beserta hubunganannya dengan sistem penanggalan dalam agama Islam.
Islam Mengenal Dua Sistem Tahun Baru
BACA JUGA:3 Amalan Khusus Malam 1 Rajab, Yuk Raih Keberkahan dan Tinggalkan Hura-Hura Tahun Baru!
BACA JUGA:7 Tempat Seru di Bandung untuk Rayakan Malam Tahun Baru 2025 Bareng Keluarga dan Pasangan!
Menurut penjelasan Ustadzah Halimah Alaydrus, dalam Islam terdapat dua jenis tahun baru yang diakui, yaitu:
1. Tahun Baru Masehi
Penanggalan Masehi diambil dari kelahiran Nabi Isa AS, yang dikenal sebagai Al-Masih dalam ajaran Islam.
Sistem ini menjadi standar penanggalan yang digunakan secara luas di dunia internasional untuk keperluan administrasi, perdagangan, dan aktivitas sehari-hari.
BACA JUGA:Boleh Rayakan Tahun Baru Masehi, Tapi Ada Syaratnya! Simak Pesan Habib Ja'far Husein Al Hadar
BACA JUGA:Tinggalkan Hura-Hura Malam Tahun Baru, Sambut Keajaiban Bulan Rajab dengan Amalan Mustajab Ini
Ustadzah Halimah juga menyampaikan bahwa meskipun Islam tidak menjadikan Tahun Baru Masehi sebagai tahun baru agama.
Umat Islam diperbolehkan untuk mengikuti sistem penanggalan ini dalam konteks kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Yang penting adalah tidak menyembah atau menjadikan perayaan Tahun Baru Masehi sebagai acara yang mengandung unsur kesyirikan atau menyimpang dari ajaran agama.
2. Tahun Baru Hijriyah
BACA JUGA:3 Chinatown Cocok Buat Isi Tahun Baru Imlek 2575, Yuk Disimak!