bacakoran.co

Tahun Baru Masehi vs Hijriyah! Penjelasan dari Ustadzah Halimah Alaydrus

Tahun Baru Masehi selalu menjadi perbincangan hangat di seluruh dunia, lihat bagaimana pandangan Islam terhadapnya. --Tiktok-@hijrahistiqomahislami

BACA JUGA:Sejarah dan Makna Tahun Baru Hijriah, Yuk Simak dan Hijrah ke Hidup yang Lebih Baik 1446H

Tahun baru yang menjadi acuan utama dalam agama Islam adalah Tahun Baru Hijriyah.

Penanggalan ini dihitung mulai dari peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. 

Peristiwa Hijrah bukan hanya menjadi titik awal penanggalan Islam, tetapi juga memiliki makna sejarah dan spiritual yang mendalam.

Ia menandai awal terbentuknya komunitas Islam yang kokoh dan berlandaskan ajaran agama.

BACA JUGA:Merayakan Kekayaan Budaya: Sejarah dan Tradisi Tahun Baru Imlek yang Meriah

BACA JUGA:2 Amalan Habib Abdullah bin Abdul Qodir Bil Faqih Yang Dibaca Pada Pergantian Tahun Baru Jam 00.00, Bacaanya..

Tahun Hijriyah digunakan untuk menentukan waktu ibadah penting seperti bulan Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, serta waktu pelaksanaan ibadah Haji dan Umrah.

Makna Mendalam di Balik Penanggalan 

Ustadzah Halimah Alaydrus menekankan bahwa baik sistem Masehi maupun Hijriyah memiliki peran masing-masing.

Penanggalan Masehi membantu umat Islam berinteraksi dengan dunia luar, sedangkan Tahun Hijriyah menjadi pengingat akan nilai-nilai sejarah dan spiritual yang harus dijaga. 

BACA JUGA:Hukum Tahun Baru Menurut Pendapat Para Pemuka Agama Islam, Yuk Simak!

BACA JUGA:Sejarah dan Makna Tahun Baru Hijriah, Yuk Simak dan Hijrah ke Hidup yang Lebih Baik 1446H

Saat menyambut Tahun Baru Masehi, umat Islam disarankan untuk tidak terjebak pada perayaan yang bertentangan dengan ajaran agama.

Sebaliknya, manfaatkan momen ini sebagai kesempatan untuk melakukan introspeksi diri.

Dan juga memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama, serta merencanakan hal-hal positif untuk tahun yang akan datang. 

Tahun Baru Masehi vs Hijriyah! Penjelasan dari Ustadzah Halimah Alaydrus

Puput

Puput


bacakoran.co - perayaan  masehi menjadi momen yang dinanti banyak orang di seluruh dunia.

namun, bagaimana pandangan  terhadap tahun ini?

melansir dari video tiktok @hijrahistiqomahislami, menjelaskan secara jelas tentang  beserta hubunganannya dengan sistem penanggalan dalam agama islam.

islam mengenal dua sistem tahun baru 

menurut penjelasan ustadzah halimah alaydrus, dalam islam terdapat dua jenis tahun baru yang diakui, yaitu: 

1. tahun baru masehi 

penanggalan masehi diambil dari kelahiran nabi isa as, yang dikenal sebagai al-masih dalam ajaran islam.

sistem ini menjadi standar penanggalan yang digunakan secara luas di dunia internasional untuk keperluan administrasi, perdagangan, dan aktivitas sehari-hari. 

ustadzah halimah juga menyampaikan bahwa meskipun islam tidak menjadikan tahun baru masehi sebagai tahun baru agama.

umat islam diperbolehkan untuk mengikuti sistem penanggalan ini dalam konteks kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

yang penting adalah tidak menyembah atau menjadikan perayaan tahun baru masehi sebagai acara yang mengandung unsur kesyirikan atau menyimpang dari ajaran agama.

2. tahun baru hijriyah 

tahun baru yang menjadi acuan utama dalam agama islam adalah tahun baru hijriyah.

penanggalan ini dihitung mulai dari peristiwa hijrah nabi muhammad saw dari makkah ke madinah pada tahun 622 masehi. 

peristiwa hijrah bukan hanya menjadi titik awal penanggalan islam, tetapi juga memiliki makna sejarah dan spiritual yang mendalam.

ia menandai awal terbentuknya komunitas islam yang kokoh dan berlandaskan ajaran agama.

tahun hijriyah digunakan untuk menentukan waktu ibadah penting seperti bulan ramadhan, hari raya idul fitri, idul adha, serta waktu pelaksanaan ibadah haji dan umrah.

makna mendalam di balik penanggalan 

ustadzah halimah alaydrus menekankan bahwa baik sistem masehi maupun hijriyah memiliki peran masing-masing.

penanggalan masehi membantu umat islam berinteraksi dengan dunia luar, sedangkan tahun hijriyah menjadi pengingat akan nilai-nilai sejarah dan spiritual yang harus dijaga. 

saat menyambut tahun baru masehi, umat islam disarankan untuk tidak terjebak pada perayaan yang bertentangan dengan ajaran agama.

sebaliknya, manfaatkan momen ini sebagai kesempatan untuk melakukan introspeksi diri.

dan juga memperbaiki hubungan dengan allah swt dan sesama, serta merencanakan hal-hal positif untuk tahun yang akan datang. 

apakah anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang cara merencanakan aktivitas ibadah sesuai dengan tahun hijriyah di tahun baru masehi ini?

Tag
Share