Kebakaran Hebat Pabrik Styrofoam di Panongan Tangerang, 5 Unit Pemadam Dikerahkan!
Kebakaran hebat melanda pabrik styrofoam di Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.--Youtube-@tvOneNews
BACAKORAN.CO - Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang Sebuah insiden kebakaran besar melanda pabrik styrofoam pada Kamis (8/1) sore hari, membuat seluruh karyawan yang sedang aktif bekerja terpaksa mengungsi dengan keadaan panik.
Api yang berkobar hebat segera melahap bagian bangunan produksi, sementara asap hitam tebal membumbung tinggi menjulang ke langit kawasan industri tersebut.
Kronologi kejadian menunjukkan bahwa kebakaran mulai muncul sekitar pukul 15.30 WIB, dengan sumber awal api diduga berasal dari area proses produksi.
Ketika api mulai menyebar dengan cepat akibat bahan bakar yang mudah terbakar yaitu styrofoam, seluruh pekerja yang ada di dalam pabrik langsung bergegas keluar untuk menyelamatkan diri.
BACA JUGA:Kebakaran Awal Tahun 2026! 10 Vila di Pecatu Bali Ludes Terbakar Diduga Dipicu Kembang Api
Tidak ada laporan korban jiwa pada saat kejadian, meskipun beberapa karyawan mengaku mengalami ketakutan dan sedikit kesulitan bernapas akibat asap yang menyebar ke sekitar lokasi.
Melansir dari video youtube @tvOneNews, Setelah menerima panggilan darurat, pihak pemadam kebakaran segera mengerahkan sebanyak 5 unit kendaraan pemadam dari pos-pos terdekat di Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang.
Petugas bekerja ekstra keras untuk memadamkan nyala api yang terus menyebar, menghadapi tantangan utama dari bahan styrofoam yang mudah terbakar dan menghasilkan asap beracun.
“Kami segera melakukan pengecekan dan pengendalian api sejak kedatangan pertama kali.
BACA JUGA:Malam Duka di Manado! Kebakaran Hebat Panti Werdha Paal Dua, 16 Orang Meninggal Dunia
Bahan styrofoam memang memiliki risiko tinggi untuk menyebarkan api dengan cepat, sehingga kami perlu mengerahkan sumber daya yang cukup untuk mencegahnya meluas ke area sekitar,” ujar seorang petugas pemadam yang tidak ingin disebutkan namanya saat ditemui di lokasi.
Petugas juga melakukan evakuasi sementara terhadap warga yang tinggal di sekitar pabrik, mengingat potensi bahaya dari asap dan zat kimia yang mungkin terlepas akibat kebakaran.