bacakoran.co - pandji pragiwaksono kerap dicap sebagai “anak abah” atau pendukung anies baswedan oleh netizen, terutama karena dalam materi stand up comedy mens rea ia tidak menyinggung sosok anies.
menanggapi hal tersebut, pandji akhirnya buka suara. ia menegaskan bahwa anggapan dirinya takut membahas anies karena dianggap mendukungnya tidak benar.
“faktanya, tidak ada satu pun youtuber di indonesia yang mengkritik anies baswedan selain saya,” ujar pandji melalui kanal youtube resminya yang direkam dari amerika serikat.
ia kemudian memaparkan sejumlah konten yang pernah ia buat untuk mengkritik anies.
“kalau mau lihat youtube saya dari 2017–2023, banyak sekali. saya pernah bikin review jabatan anies, kasih skor 2 dari 5 bintang, bahas korupsi formula e, dp nol persen. bahkan ada video berjudul dp nol besar. silakan cek sendiri, tidak ada youtuber lain yang lebih sering mengkritik anies,” jelasnya.
pandji juga menegaskan bahwa dirinya adalah komika yang paling sering menjadikan anies sebagai bahan punchline.
ia mencontohkan materi tentang elektabilitas anies, video saat pandemi berjudul habib rizieq pulang yang menyelipkan jokes tentang anies, hingga acara adili idola di mana ia melontarkan candaan langsung di depan anies.
namun, alasan anies tidak dibahas dalam mens rea bukan karena keberpihakan.
“saya juga tidak membahas ganjar, mahfud, ahok, gita wirjawan, atau dahlan iskan. nama-nama yang saya singgung adalah prabowo subianto, wapres gibran, ahmad sahroni, fadli zon, natalius pigai. bedanya, mereka sedang menjabat,” tegas pandji.
menurutnya, materi mens rea memang fokus pada pejabat publik yang bekerja menggunakan uang pajak rakyat.
“selama mereka menjabat, kita berhak mengkritik. itu hak kita sebagai pembayar pajak,” ujarnya.
“mungkin dulu anies atau ahok pernah saya bahas, tapi sekarang mereka tidak menjabat. sedangkan prabowo, gibran, dan lainnya masih aktif, jadi wajar kalau mereka jadi bahan kritik," tambahnya.
pertunjukan mens rea sendiri ditayangkan di salah satu platform streaming digital, dengan materi yang banyak menyinggung isu politik nasional dan kondisi demokrasi.
tak pelak, konten tersebut menuai pro-kontra, bahkan berujung pada laporan polisi dari pihak yang merasa keberatan dengan ucapan pandji.