Presiden Prabowo Subianto Bertolak ke Inggris dan Swiss, Bawa Misi Diplomasi Ekonomi dan Lingkungan Global
Presiden Prabowo Subianto Bertolak ke Inggris dan Swiss, Bawa Misi Diplomasi Ekonomi dan Lingkungan Global--
BACA JUGA:Roy Suryo Tanggapi Santai Pesan Eggi Sudjana Usai SP3, Fokus Siapkan Saksi dan Ahli
Pertemuan ini akan menyoroti isu pelestarian alam dan lingkungan, termasuk upaya konservasi satwa liar, khususnya gajah, yang menjadi perhatian global.
Agenda lingkungan tersebut akan melibatkan sejumlah tokoh filantropi dunia, menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang aktif dalam isu keberlanjutan dan perlindungan ekosistem.
Langkah ini sekaligus memperkuat citra Indonesia di mata internasional sebagai negara yang serius mengintegrasikan pembangunan dan kelestarian lingkungan.
Usai menyelesaikan rangkaian agenda di Inggris, Presiden Prabowo melanjutkan kunjungan kerjanya ke Davos, Swiss, untuk menghadiri World Economic Forum (WEF).
BACA JUGA:Ngeri! Pikap Pengangkut BBM Eceran Terbakar Usai Keluar SPBU di Garut
Forum ekonomi bergengsi ini akan dihadiri oleh 61 kepala negara dan pemerintahan, serta lebih dari 1.000 pemimpin global dari berbagai sektor.
Di Davos, Presiden Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato kunci (keynote speech) yang akan membahas arah kebijakan Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi global, geopolitik, serta transformasi ekonomi berkelanjutan.
Selain berpidato, Presiden juga akan mengikuti dialog strategis dengan para CEO perusahaan multinasional terkemuka.
Dialog ini menjadi momentum penting untuk membuka peluang investasi baru, memperkuat kemitraan global, serta mempromosikan potensi ekonomi Indonesia di tengah dinamika global yang terus berubah.
Kunjungan ke Inggris dan Swiss ini menjadi salah satu langkah awal Presiden Prabowo dalam menjalankan diplomasi aktif di tingkat global.
Fokus pada ekonomi, lingkungan, dan kerja sama strategis menunjukkan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang pragmatis namun visioner.
Dengan agenda padat dan strategis ini, perjalanan Presiden Prabowo diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam percaturan global, sekaligus membawa manfaat konkret bagi pembangunan nasional.