bacakoran.co

Viral Pengeroyokan Brutal di Orkes Dangdut Kudus, Polisi Amankan 7 Pelaku Termasuk Anak di Bawah Umur

Video pengeroyokan di orkes dangdut Desa Japan Kudus viral. Polisi amankan 7 pelaku, 3 di antaranya remaja, motif diduga senggolan saat joget./kolase Bacakoran.co--Instagram @feedgramindo dan @medsoszone

BACA JUGA:Abdulah Tewas Dikeroyok 3 Pria, Diduga Tersingggung Ucapan yang Dianggap Menghina

BACA JUGA:Kronologi Pria Tewas di Pondok Gede: Dikeroyok 4 Pelaku, 1 Masih Buron

Polisi Dalami Kronologi

Aparat kepolisian menegaskan bahwa kronologi lengkap masih dalam tahap pendalaman. 

Satreskrim Polres Kudus berupaya mengungkap motif sebenarnya serta memastikan apakah ada faktor lain yang memicu pengeroyokan selain dugaan saling senggol. 

Polisi juga menekankan bahwa proses hukum tetap berjalan meski ada isu mediasi atau uang damai yang beredar di masyarakat.

Kasus ini menjadi perhatian luas karena memperlihatkan bagaimana sebuah hiburan rakyat bisa berubah menjadi tragedi akibat emosi yang tidak terkendali. 

Publik berharap aparat penegak hukum dapat menuntaskan kasus ini secara transparan, sekaligus memberikan efek jera kepada para pelaku agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Viral Pengeroyokan Brutal di Orkes Dangdut Kudus, Polisi Amankan 7 Pelaku Termasuk Anak di Bawah Umur

Rida Satriani

Rida Satriani


bacakoran.co  – sebuah peristiwa di tengah acara orkes dangdut di desa japan, kecamatan dawe, kabupaten kudus, jawa tengah, mendadak menjadi sorotan publik setelah rekaman videonya beredar luas di media sosial dan grup whatsapp. 

kejadian yang berlangsung pada kamis (15/1/2026) itu memicu kehebohan lantaran melibatkan tujuh orang pelaku, termasuk tiga di antaranya yang masih berstatus .

dalam video amatir yang beredar, terlihat seorang penonton yang sedang asyik berjoget tiba-tiba dipukul oleh seseorang di dekatnya. 

bukannya berhenti, beberapa orang lain justru ikut memukuli korban secara bergantian hingga terjadi aksi pengeroyokan brutal di tengah keramaian. 

korban yang tidak melakukan perlawanan hanya bisa pasrah, terlihat tersandar di pagar pembatas sambil berusaha melindungi diri dari serangan bertubi-tubi.

situasi semakin mencekam sebelum akhirnya seorang petugas yang berjaga mendekat dan segera mengevakuasi korban. 

ia ditarik masuk ke dalam area pagar pembatas agar terhindar dari amukan massa. 

tindakan cepat itu setidaknya menyelamatkan korban dari luka yang lebih parah.

kapolsek dawe, akp budianto, membenarkan adanya insiden tersebut. ia menegaskan bahwa kasus ini sudah ditangani oleh aparat kepolisian.

“iya, saat ini kasus sedang dalam penanganan dari satreskrim polres kudus,” ujarnya pada sabtu (17/1/2026).

tujuh pelaku diamankan, tiga masih di bawah umur

kurang dari sehari setelah video pengeroyokan itu viral, tim resmob polres kudus bergerak cepat dan berhasil mengamankan tujuh orang terduga pelaku. 

dari jumlah tersebut, tiga di antaranya diketahui masih berusia di bawah 18 tahun. 

para pelaku digiring ke meja penyidikan untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait peran masing-masing dalam aksi kekerasan tersebut.

yang mengejutkan, berdasarkan informasi yang beredar, enam pelaku diketahui masih berusia remaja di bawah 20 tahun. 

namun, ada satu pelaku lain yang merupakan ayah dari dua pelaku remaja. 

alih-alih melerai, sang ayah justru ikut memukuli korban bersama anak-anaknya. 

fakta ini menambah sorotan publik terhadap kasus tersebut, karena memperlihatkan keterlibatan orang tua dalam tindakan kekerasan yang seharusnya dicegah.

motif diduga akibat saling senggol

hingga kini, penyebab pasti pengeroyokan masih dalam proses penyelidikan. 

namun, dugaan sementara menyebutkan bahwa aksi itu dipicu oleh insiden kecil saat berjoget, yakni saling senggol antar penonton. 

bukannya diselesaikan secara damai, situasi justru berujung pada pengeroyokan massal. 

ironisnya, orang tua yang melihat kejadian itu tidak berusaha menenangkan, melainkan ikut terlibat dalam pemukulan.

isu uang damai beredar di whatsapp

selain video pengeroyokan, publik juga dihebohkan dengan beredarnya pesan di whatsapp yang memuat rincian uang damai antara pihak pelaku dan korban saat mediasi di kepolisian. 

disebutkan bahwa total uang damai mencapai rp195 juta dengan rincian sebagai berikut:

  • pelaku utama: rp45 juta
  • orang tua pelaku utama: rp25 juta
  • lima pelaku lainnya: masing-masing rp25 juta

uniknya, di antara pelaku terdapat satu orang ayah dan dua anaknya. jika dihitung, keluarga tersebut harus menanggung total rp95 juta dari uang damai yang disepakati. 

meski demikian, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait validitas informasi uang damai tersebut.

polisi dalami kronologi

aparat kepolisian menegaskan bahwa kronologi lengkap masih dalam tahap pendalaman. 

satreskrim polres kudus berupaya mengungkap motif sebenarnya serta memastikan apakah ada faktor lain yang memicu pengeroyokan selain dugaan saling senggol. 

polisi juga menekankan bahwa proses hukum tetap berjalan meski ada isu mediasi atau uang damai yang beredar di masyarakat.

kasus ini menjadi perhatian luas karena memperlihatkan bagaimana sebuah hiburan rakyat bisa berubah menjadi tragedi akibat emosi yang tidak terkendali. 

publik berharap aparat penegak hukum dapat menuntaskan kasus ini secara transparan, sekaligus memberikan efek jera kepada para pelaku agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Tag
Share