bacakoran.co

Trump Tuduh Denmark Gagal Lindungi Greenland dari Rusia, Ketegangan AS–Eropa Kian Memanas

Trump Tuduh Denmark Gagal Lindungi Greenland dari Rusia, Ketegangan AS–Eropa Kian Memanas--

BACA JUGA:Pendaki Dilaporkan Hilang di Bukit Mongkrang, Jalur Resmi Ditutup dan SAR Dikerahkan Perluas Pencarian

Greenland bukan sekadar pulau bersalju dengan populasi kecil. Wilayah ini memiliki nilai strategis tinggi karena letaknya di jalur Arktik, yang kini semakin terbuka akibat mencairnya es. 

Jalur tersebut dinilai penting untuk kepentingan militer, logistik, dan ekonomi global.

Trump menilai kehadiran Rusia dan China yang semakin aktif di kawasan Arktik menjadi ancaman langsung bagi keamanan nasional Amerika Serikat.

Karena itu, ia menyebut Greenland sebagai wilayah vital yang harus berada di bawah kendali AS.

BACA JUGA:Imbas Banjir, KAI Batalkan 11 Perjalanan dari Jakarta dan Refund Tiket 100 Persen hingga Rp3,5 Miliar

Namun, Denmark dan negara-negara Eropa lainnya menegaskan bahwa Greenland bukan untuk dijual.

Mereka juga menekankan bahwa pulau tersebut telah masuk dalam sistem pertahanan kolektif NATO, di mana Amerika Serikat sendiri merupakan anggota dan pendiri aliansi tersebut.

Ketegangan tidak berhenti pada perang pernyataan.

Trump bahkan melangkah lebih jauh dengan mengancam akan memberlakukan tarif perdagangan terhadap negara-negara Eropa yang menentang rencana AS terkait Greenland.

BACA JUGA:Klarifikasi Perempuan Akun Queivns soal Video Mirip Ricky Harun di Karaoke, Bantah Jadi LC

Pada Sabtu (17/1/2026), Trump mengumumkan rencana penerapan tarif sebesar 10 persen mulai 1 Februari terhadap delapan negara Eropa, yakni Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia.

Tarif ini disebut akan meningkat menjadi 25 persen pada Juni 2026.

Trump menegaskan bahwa tarif tersebut akan terus berlaku hingga tercapai kesepakatan pembelian Greenland secara “sepenuhnya dan total” oleh Amerika Serikat.

Negara-negara Eropa pun bereaksi keras, menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk tekanan ekonomi dan pemerasan politik.

Trump Tuduh Denmark Gagal Lindungi Greenland dari Rusia, Ketegangan AS–Eropa Kian Memanas

Melly

Melly


bacakoran.co - isu greenland kembali memicu ketegangan geopolitik global.

presiden amerika serikat donald trump secara terbuka menuding denmark gagal melindungi greenland dari ancaman rusia.

pernyataan keras ini memperpanjang daftar kontroversi trump terkait ambisinya untuk menguasai pulau strategis tersebut, yang terletak di kawasan arktik dan memiliki posisi penting bagi keamanan global.

greenland sendiri merupakan wilayah otonomi di bawah kerajaan denmark.

meski memiliki pemerintahan sendiri, urusan pertahanan dan kebijakan luar negeri masih berada di bawah kendali kopenhagen.

namun, menurut trump, denmark dinilai tidak serius dalam menangani meningkatnya kehadiran rusia di wilayah arktik.

melalui unggahan di media sosial truth social pada minggu (18/1/2026), trump menegaskan bahwa nato sebenarnya telah lama memperingatkan denmark soal ancaman rusia di greenland.

namun, menurutnya, peringatan tersebut tak pernah ditindaklanjuti secara nyata.

“nato telah memberitahu denmark selama 20 tahun bahwa mereka harus menyingkirkan ancaman rusia dari greenland. sayangnya, denmark tidak mampu melakukan apa pun,” tulis trump.

ia kemudian menambahkan dengan nada tegas, “sekaranglah saatnya, dan hal itu akan dilakukan.”

pernyataan tersebut langsung menyedot perhatian dunia internasional.

pasalnya, trump kembali menegaskan sikap kerasnya bahwa amerika serikat tidak akan puas dengan apa pun selain kepemilikan penuh atas greenland—sebuah klaim yang sejak awal ditolak mentah-mentah oleh denmark dan otoritas greenland.

greenland bukan sekadar pulau bersalju dengan populasi kecil. wilayah ini memiliki nilai strategis tinggi karena letaknya di jalur arktik, yang kini semakin terbuka akibat mencairnya es. 

jalur tersebut dinilai penting untuk kepentingan militer, logistik, dan ekonomi global.

trump menilai kehadiran rusia dan china yang semakin aktif di kawasan arktik menjadi ancaman langsung bagi keamanan nasional amerika serikat.

karena itu, ia menyebut greenland sebagai wilayah vital yang harus berada di bawah kendali as.

namun, denmark dan negara-negara eropa lainnya menegaskan bahwa greenland bukan untuk dijual.

mereka juga menekankan bahwa pulau tersebut telah masuk dalam sistem pertahanan kolektif nato, di mana amerika serikat sendiri merupakan anggota dan pendiri aliansi tersebut.

ketegangan tidak berhenti pada perang pernyataan.

trump bahkan melangkah lebih jauh dengan mengancam akan memberlakukan tarif perdagangan terhadap negara-negara eropa yang menentang rencana as terkait greenland.

pada sabtu (17/1/2026), trump mengumumkan rencana penerapan tarif sebesar 10 persen mulai 1 februari terhadap delapan negara eropa, yakni denmark, norwegia, swedia, prancis, jerman, inggris, belanda, dan finlandia.

tarif ini disebut akan meningkat menjadi 25 persen pada juni 2026.

trump menegaskan bahwa tarif tersebut akan terus berlaku hingga tercapai kesepakatan pembelian greenland secara “sepenuhnya dan total” oleh amerika serikat.

negara-negara eropa pun bereaksi keras, menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk tekanan ekonomi dan pemerasan politik.

posisi nato dan perjanjian pertahanan greenland

pejabat denmark menegaskan bahwa greenland sudah berada di bawah payung keamanan nato.

selain itu, pada tahun 1951, as dan denmark telah menandatangani perjanjian pertahanan greenland, di mana washington berkomitmen melindungi pulau tersebut dari agresi asing.

sejumlah negara eropa bahkan telah mengerahkan personel militer dalam jumlah terbatas ke greenland sebagai bentuk komitmen pertahanan.

langkah ini justru dianggap trump sebagai bukti kegagalan denmark dalam menjaga stabilitas kawasan tanpa campur tangan besar as.

hingga kini, baik gedung putih maupun kementerian luar negeri denmark belum memberikan tanggapan resmi lanjutan atas pernyataan terbaru trump.

namun, pengamat menilai konflik greenland berpotensi menjadi titik panas baru dalam hubungan amerika serikat dengan eropa.

dengan kepentingan keamanan, ekonomi, dan geopolitik yang saling bertabrakan, masa depan greenland tampaknya akan terus menjadi isu sensitif di panggung global—terutama selama trump masih memegang kendali kebijakan luar negeri as.

Tag
Share